Banten

Tragis! Balita di Bekasi Berpulang Usai 7 Hari Koma Akibat Penganiayaan Ibu Tiri

Abdurahman | 16 Juli 2026, 11:49 WIB
Tragis! Balita di Bekasi Berpulang Usai 7 Hari Koma Akibat Penganiayaan Ibu Tiri
Balita 'QSH' yang Dianiaya oleh Ibu Tiri di Bekasi, Mengalami kritis dan sempat Koma selama 7 hari akhirnya (dok Ist) Dunia

AKURAT BANTEN– Harapan keluarga untuk melihat kesembuhan sang buah hati akhirnya pupus.

Setelah berjuang melawan maut selama tujuh hari dalam kondisi koma di rumah sakit, seorang balita korban penganiayaan oleh ibu tirinya di Bekasi, Jawa Barat, dinyatakan meninggal dunia.

Kabar duka ini menyisakan luka mendalam dan kemarahan publik.

Bagaimana tidak, bocah yang seharusnya berada dalam perlindungan orang dewasa justru menjadi sasaran kekejaman orang terdekatnya sendiri.

Baca Juga: Disiksa di Balik Kata "Disiplin": Perjuangan QSH, Balita 4 Tahun yang Kini Dianiaya Ibu Tiri Antara Hidup dan Mati

Akhir Perjuangan yang Memilukan

Balita tersebut sebelumnya dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi kritis.

Berbagai cedera serius yang dialami korban menjadi bukti nyata betapa brutalnya tindakan yang dilakukan oleh ibu tirinya.

Selama sepekan, tim medis telah berupaya maksimal untuk memberikan perawatan intensif, namun Tuhan berkehendak lain.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam setelah pihak kepolisian mendalami kronologi penganiayaan.

Sang ibu tiri kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

Tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan kekerasan fisik terhadap anak, apalagi yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang yang masih sangat belia.

Baca Juga: Beda Lawan, Beda Harga! Cek Rincian Harga Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja & Vietnam di ASEAN Championship 2026

Menagih Keadilan bagi Korban

Peristiwa ini bukan sekadar statistik kriminalitas, melainkan tamparan keras bagi pengawasan perlindungan anak di lingkungan keluarga.

Masyarakat kini mendesak pihak kepolisian agar memberikan hukuman seberat-beratnya bagi pelaku.

  • Pentingnya Kepedulian Lingkungan: Kasus ini menjadi alarm bagi tetangga dan masyarakat sekitar untuk lebih peka terhadap kondisi anak-anak di lingkungan mereka.

  • Efek Jera: Penegakan hukum yang tegas diharapkan mampu menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi nyawa tak berdosa yang melayang akibat aksi kekerasan di rumah sendiri.

Baca Juga: Indonesia Siap Panen 'Durian Runtuh' Rp120 Triliun, Kekayaan Bumi yang Akhirnya Jadi Milik Rakyat!

Suara Hati Netizen

Sejak kabar ini mencuat, media sosial dibanjiri oleh kecaman dari warganet.

Banyak yang merasa geram dan menuntut keadilan segera ditegakkan tanpa kompromi.

Tagar terkait keadilan bagi sang balita pun mulai menggema, menunjukkan betapa kasus ini sangat menyentuh sisi kemanusiaan masyarakat Indonesia.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus merampungkan berkas perkara.

Publik menunggu dengan napas tertahan, menanti hukuman setimpal apa yang akan dijatuhkan kepada sang pelaku yang telah merenggut masa depan seorang balita.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman