Bandar Antariksa Biak Bisa Hemat Biaya Peluncuran Satelit hingga 500 Ribu Dolar, Indonesia Siap Kuasai Industri Antariksa Global

AKURAT BANTEN - Keunggulan letak geografis Indonesia yang berada tepat di kawasan garis khatulistiwa menjadi modal besar untuk memperkuat peran di industri antariksa global.
Dengan rencana pembangunan Bandar Antariksa Biak, posisi strategis tersebut diyakini mampu meningkatkan efisiensi peluncuran satelit, menarik investasi internasional, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem antariksa dunia.
Ketua Umum ARIKSA, Adi Rahman Adiwoso, menjelaskan bahwa Bandar Antariksa Biak memiliki keunggulan dibandingkan sejumlah lokasi peluncuran satelit di negara lain karena letaknya sangat dekat dengan garis khatulistiwa.
Menurutnya, kondisi geografis ini memberikan keuntungan berupa penghematan bahan bakar saat peluncuran sekaligus memungkinkan satelit membawa muatan yang lebih besar.
Baca Juga: Jersey Tandang Belgia Bawa Hoki di Piala Dunia 2026? Ini Kisah dan Filosofi di Balik Desainnya
“Kalau kita luncurkan dari Biak itu, ada perbedaan Biak dibandingkan India 100 kilogram kurangnya. Dan per kilogram itu kalau saya catat benar 25 ribu dolar. Berarti satelit-satelit yang mengembang, yang meluncurkan dari Biak itu akan saving-nya luar biasa besar. Saving-nya akan 5 ribu dolar per kilogram. Kalau untuk 100 kilogram, hematnya 500 ribu dolar,” ujarnya.
Tak hanya menghadirkan keuntungan dari sisi teknis, Adi juga menilai posisi Indonesia di kawasan khatulistiwa dapat menjadi magnet bagi investor asing.
Ia mengusulkan pembentukan Equatorial Alliance sebagai wadah kerja sama negara-negara yang berada di garis khatulistiwa guna memperkuat posisi bersama dalam industri antariksa dunia.
Menurutnya, gagasan tersebut telah memperoleh sambutan positif dari sejumlah negara.
Baca Juga: Kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026, MEdia Luar Bongkar Dugaan FIFA dan Wasit Beri Keuntungan
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengatakan bahwa sektor antariksa kini telah berkembang menjadi salah satu teknologi strategis yang akan menentukan tingkat daya saing ekonomi sebuah negara.
Oleh sebab itu, Indonesia perlu memanfaatkan keunggulan geografis yang dimiliki sebagai fondasi untuk memperkuat kapasitas nasional di bidang antariksa.
Stella menjelaskan bahwa salah satu aspek penting dalam pengembangan teknologi antariksa adalah position, navigation, and timing.
Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan pada aspek tersebut berkat keberadaan Bandar Antariksa Biak yang dinilai mampu menghadirkan efisiensi lebih tinggi dalam proses peluncuran satelit.
Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Adis Alfiawan, berpandangan bahwa kemajuan industri antariksa nasional membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, kalangan akademisi, hingga sektor swasta.
Ia berharap Indonesia memiliki arah dan visi strategis yang mampu menarik investasi sekaligus mempercepat pertumbuhan industri antariksa, sebagaimana keberhasilan peluncuran Satelit Palapa yang menjadi tonggak penting perkembangan telekomunikasi nasional.
Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Robertus Heru Triharjanto, menyampaikan bahwa posisi geografis Indonesia yang strategis membuka peluang besar untuk masuk ke dalam rantai pasok global industri antariksa.
Ia menilai pengembangan platform satelit di dalam negeri akan meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat kemampuan industri nasional agar lebih kompetitif.
Heru menegaskan BRIN akan terus mendukung pembangunan ekosistem antariksa melalui kegiatan riset, penguatan kapasitas nasional, penyediaan infrastruktur penelitian, serta mendorong kolaborasi dengan berbagai pelaku industri.
Melalui sinergi tersebut, Indonesia diharapkan mampu mengoptimalkan keunggulan geografisnya untuk berkembang sebagai pusat aktivitas antariksa di kawasan khatulistiwa sekaligus memperkokoh posisinya dalam industri antariksa global.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 2Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 3Denny Indrayana Soroti Sikap Megawati soal Gibran, PDIP Bakal Bergerak atau Pilih Diam?
- 4Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 5Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!
- 6Nasabah BTN Klaim Dana Rp17 Miliar Bermasalah, Setiap Rp1 Miliar Masuk Saldo Disebut Tersisa Rp100, Ada Apa?
- 7Miris! 21 Tahun Jadi Pemulung, Lansia Ini Tak Tahu Punya Uang Pensiun Rp1,1 Miliar
- 8Terkenal Vokal, Ini Strategi Baru Abah Saiful Milah Usai Resmi Duduki Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang
- 9Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!






