Komdigi Percepat Hapus Blank Spot, Satelit LEO Jadi Andalan Internet di Daerah 3T

AKURAT BANTEN - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus mempercepat penghapusan wilayah blank spot dengan menggabungkan berbagai teknologi, mulai dari fiber optik, Base Transceiver Station (BTS), hingga satelit.
Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses internet di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk kawasan nonkomersial yang masih sulit dijangkau jaringan telekomunikasi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO) menjadi salah satu alternatif strategis dalam memperluas konektivitas digital, khususnya di wilayah terpencil maupun kawasan terdampak bencana yang sulit dijangkau infrastruktur telekomunikasi berbasis darat.
"LEO itu salah satu opsi. Jadi ada banyak pilihan, mulai dari fiber optik hingga BTS, tergantung kondisi lapangan di daerah 3T tersebut," ujar Wamen Nezar dalam audiensi dengan Obviously Sustainable di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (21/05/2026).
Baca Juga: Bahaya Filter Bubble! Wamen Nezar Sebut Algoritma Bisa Bentuk Cara Berpikir Anak Muda
Ia menuturkan pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap teknologi konektivitas paling tepat dan efisien guna mempersempit kesenjangan akses digital di berbagai daerah di Indonesia.
Meski begitu, Nezar menekankan bahwa teknologi LEO tidak disiapkan untuk menggantikan seluruh sistem telekomunikasi yang telah tersedia saat ini.
"LEO ini juga punya beberapa keterbatasan. Kalau ada gangguan atau terhalang awan, latensinya akan terpengaruh. Tapi dia efektif sekali di laut atau pegunungan," jelasnya.
Menurut Wamen Nezar, pemanfaatan layanan LEO sejauh ini sudah dilakukan secara terbatas untuk membantu kebutuhan komunikasi di daerah terdampak bencana maupun kawasan yang benar-benar terisolasi dari jaringan telekomunikasi konvensional.
Baca Juga: KBIHU Tak Patuh Bakal Ditindak! Dahnil Pastikan Puncak Haji 2026 Berjalan Aman
"Kita sudah coba di wilayah bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar waktu itu. Perangkat LEO dibagikan ke daerah-daerah terpencil yang tidak bisa dijangkau sama sekali dan komunikasinya bagus sekali. Kita bisa terhubung, bahkan bisa digunakan untuk video call," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pemerintah tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional melalui perpaduan berbagai moda konektivitas, seperti fiber optik, BTS, dan satelit.
Pendekatan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau serta kawasan pegunungan yang menantang akses jaringan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 2Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 3Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 4Denny Indrayana Soroti Sikap Megawati soal Gibran, PDIP Bakal Bergerak atau Pilih Diam?
- 5Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 6Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!
- 7Nasabah BTN Klaim Dana Rp17 Miliar Bermasalah, Setiap Rp1 Miliar Masuk Saldo Disebut Tersisa Rp100, Ada Apa?
- 8Miris! 21 Tahun Jadi Pemulung, Lansia Ini Tak Tahu Punya Uang Pensiun Rp1,1 Miliar
- 9Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!







