Akhir Drama Pengantin Pati yang Kabur Jelang Akad: Sang Pacar Sanggup Bayar Ganti Rugi Rp 70 Juta dan Siap Menikahi!

AKURAT BANTEN– Jagat maya kembali diguncang oleh drama kehidupan nyata yang menguras emosi.
Pelarian nekat seorang calon pengantin wanita di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang kabur sesaat menjelang akad nikah kini menemui babak akhir yang mengejutkan.
Bukan lagi sekadar cerita asmara biasa, kasus ini berakhir di meja kepolisian dengan sebuah konsekuensi finansial dan moral yang luar biasa besar bagi sang kekasih gelap yang membawanya pergi.
Baca Juga: Viral di X! Logo Gerindra 'Nyusup' di Poster Event Raksasa EV China BYD, Ada Apa?
Pelarian Berdarah Dingin: 6 Jam Sebelum Akad Nikah
Kisah pilu ini bermula ketika segala persiapan pesta pernikahan antara gadis belia berinisial NAS (19) dan calon suaminya, Musalim (32), sudah matang 100 persen.
Tarup sudah berdiri, hidangan telah siap, dan keluarga besar tengah bersiap menyambut hari bahagia.
Namun, bak disambar petir di siang bolong, tepat 6 jam sebelum janji suci diucapkan di hadapan penghulu, NAS mendadak hilang tanpa jejak.
Langkah panik keluarga berujung pada laporan kepolisian.
Pencarian intensif tim Polsek Tlogowungu akhirnya membuahkan hasil, namun kenyataan pahit harus ditelan bulat-bulat oleh sang calon mempelai pria.
NAS ditemukan aparat sedang berdua di dalam sebuah kamar hotel di wilayah Kabupaten Jepara pada Sabtu (23/5/2026) pagi.
Ia tidak sendiri, melainkan sedang bersama kekasih simpanannya, DF, yang baru berusia 18 tahun.
Terkait peristiwa kaburnya calon pengantin wanita yang diduga bersama kekasihnya, setelah hari Sabtu kemarin, kami langsung membawa keduanya ke polsek untuk pemeriksaan lebih lanjut dan memediasi antar-keluarga. — AKP Mujahid, Kapolsek Tlogowungu
Mediasi Pertama: Luka Hati Mempelai Pria dan Tuntutan Ganti Rugi
Di Polsek Tlogowungu, polisi memfasilitasi dua sesi mediasi marathon yang berlangsung menegangkan.
Mediasi pertama mempertemukan keluarga NAS dengan Musalim, sang calon suami yang hancur berkeping-keping.
Merasa harga dirinya diinjak-injak dan menanggung malu yang luar biasa di hadapan para tamu undangan, Musalim mengambil keputusan mutlak: membatalkan pernikahan saat itu juga.
Tidak ada ruang untuk kata maaf. Musalim pun secara resmi menuntut ganti rugi materiil atas seluruh biaya operasional, katering, dan persiapan pernikahan yang hangus akibat ulah tak bertanggung jawab sang calon istri.
Mediasi Kedua: Brondong 18 Tahun Didenda Rp 70 Juta dan Wajib Menikahi
Drama sesungguhnya pecah pada mediasi sesi kedua. Kali ini, giliran keluarga besar NAS yang menuntut pertanggungjawaban dari DF, pemuda 18 tahun yang nekat membawa kabur calon istri orang.
Keluarga perempuan yang turut menanggung malu sosial luar biasa, mendesak DF membayar kompensasi atas kekacauan massal yang ia ciptakan.
Melalui negosiasi yang alot, sebuah kesepakatan hitam di atas putih akhirnya ditandatangani.
DF yang masih sangat muda itu menyatakan sanggup membayar ganti rugi materiil dengan nominal fantastis, yakni sebesar Rp 70 juta.
Disepakati bahwa pihak keluarga wanita meminta ganti rugi secara materi Rp 70 juta, dan si pria (DF) sanggup membayar dicicil setiap bulan Rp 4 juta. Selain itu, DF juga menyatakan kesanggupannya untuk menikahi NAS dalam waktu dekat. — AKP Mujahid, Kapolsek Tlogowungu
Sebagai bentuk pertanggungjawaban akhir, DF tidak hanya harus memeras keringat untuk melunasi cicilan denda bulanan tersebut, tetapi ia juga wajib menikahi NAS secara resmi.
Langkah ini diambil guna memulihkan nama baik kedua belah pihak keluarga di mata masyarakat sekitar.
Baca Juga: Memanas! Roy Suryo Sentil Isu 'Gebrak Meja' Solo, Peradi Justru Ungkap Kekecewaan Jokowi Terkait P21
Pelajaran Mahal dari Kisah Cinta Segitiga
Tragedi di Pati ini menjadi alarm keras sekaligus pelajaran berharga bagi publik.
Cinta dan asmara memang butuh perjuangan, namun melarikan diri dari sebuah komitmen yang sudah melibatkan hukum, adat, dan nama baik keluarga besar di menit-menit terakhir merupakan langkah fatal.
Pada akhirnya, ego sesaat itu harus dibayar dengan harga yang sangat mahal: sanksi sosial, beban finansial puluhan juta, serta bayang-bayang trauma yang mendalam.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 2Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 3Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 4Nasabah BTN Klaim Dana Rp17 Miliar Bermasalah, Setiap Rp1 Miliar Masuk Saldo Disebut Tersisa Rp100, Ada Apa?
- 5Miris! 21 Tahun Jadi Pemulung, Lansia Ini Tak Tahu Punya Uang Pensiun Rp1,1 Miliar
- 6Rocky Gerung Minta Gibran Mundur, Dede Budhyarto Bereaksi! Sikap Yusril Ikut Jadi Sorotan
- 7Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 8Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 9Denny Indrayana Soroti Sikap Megawati soal Gibran, PDIP Bakal Bergerak atau Pilih Diam?
- 10FKDI Beri Gibran Tenggat 30 Hari untuk Mundur, DPR-MPR Diminta Ambil Langkah Berikutnya!




