Ancaman Ebola Semakin Serius, Indonesia Ambil Langkah Darurat di Bandara dan Pelabuhan

AKURAT BANTEN - Indonesia memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk internasionalnya setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Afrika sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat berskala internasional.
Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar penyebaran penyakit tidak masuk ke wilayah Indonesia.
“Kami memantau ketat para pelancong, khususnya dari negara-negara yang terdampak wabah. Kasus yang dicurigai akan dirujuk ke rumah sakit yang ditunjuk dan dilaporkan melalui sistem tanggap darurat nasional,” kata kepala komunikasi Kementerian Kesehatan Indonesia, Aji Muhawarman.
Selain memperketat pengawasan, pemerintah juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan rumah sakit serta lembaga kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Akun Media Sosial Bakal Wajib Verifikasi Nomor HP, Indonesia Siapkan Aturan Baru
Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan deteksi dini, penanganan cepat, dan respons terhadap potensi kasus yang muncul.
Aji Muhawarman menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan juga tengah memperluas edukasi publik serta komunikasi risiko melalui portal resmi informasi Ebola.
Upaya ini dilakukan untuk menekan penyebaran informasi keliru sekaligus mencegah kepanikan di masyarakat.
Pada 17 Mei, WHO secara resmi menyatakan wabah Ebola di Afrika sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), yaitu tingkat kewaspadaan tertinggi kedua dalam kerangka Peraturan Kesehatan Internasional.
Baca Juga: Singapura Salip Indonesia di Pasar Saham ASEAN, Ini Penyebab Utamanya
Menurut Aji, keputusan tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan global, meski statusnya belum dikategorikan sebagai pandemi.
“Deklarasi tersebut mencerminkan penularan lintas batas, tingkat kematian yang tinggi, dan ketidakpastian yang berkelanjutan mengenai skala dan perkembangan wabah,” katanya.
Saat ini, wabah Ebola tercatat masih terkonsentrasi di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai negara tetangga, dengan lebih dari 90 kasus kematian dilaporkan akibat penyakit tersebut.
Hingga kini, belum tersedia vaksin yang telah disetujui maupun pengobatan spesifik untuk strain Bundibugyo yang menjadi penyebab utama wabah kali ini.
Para peneliti menyebut virus Ebola diduga awalnya menular ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti simpanse, gorila, dan kelelawar.
Penularan antar manusia terjadi melalui kontak dekat dengan cairan tubuh dari individu yang terinfeksi atau benda yang sudah terkontaminasi.
Gejala awal Ebola umumnya berupa demam, kelelahan, nyeri otot, dan sakit kepala, yang kemudian dapat berkembang menjadi muntah serta diare.
Aji Muhawarman juga mengimbau masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan penderita, hewan yang berisiko, maupun benda yang terkontaminasi.
Ia menegaskan bahwa pelancong yang baru kembali dari negara terdampak perlu segera memeriksakan diri jika mengalami gejala dalam waktu 21 hari.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 4Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 5CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 6Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 7Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 8Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC







