Indonesia Masuk Jaringan Pembayaran Global, BI Perkuat Transaksi Lintas Negara Lewat Proyek Nexus

Akurat Banten - Bank Indonesia resmi mengambil langkah besar di panggung keuangan internasional dengan bergabung penuh dalam proyek Nexus yang digagas oleh Bank for International Settlements atau BIS sebagai upaya memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara.
Keputusan ini menandai komitmen BI untuk tidak hanya mengikuti perkembangan global, tetapi juga aktif membentuk masa depan sistem pembayaran internasional yang lebih efisien, cepat, dan terjangkau.
Dalam implementasinya, Bank Indonesia akan bekerja sama dengan lima bank sentral lain yang lebih dulu terlibat, yakni Bank Negara Malaysia, Bangko Sentral ng Pilipinas, Monetary Authority of Singapore, Bank of Thailand, dan Reserve Bank of India.
Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun jaringan pembayaran antarnegara yang terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan transaksi lintas batas yang terus meningkat.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia dalam proyek Nexus merupakan langkah strategis untuk menghadirkan solusi pembayaran internasional yang lebih mudah diakses oleh masyarakat dan pelaku usaha.
“Keikutsertaan Indonesia dalam Nexus adalah langkah strategis untuk menyediakan solusi pembayaran antarnegara yang efisien dan terjangkau,” ujar Perry.
Baca Juga: BI Tetap Percaya Inflasi 2026–2027 Akan Kembali ke Jalur Sasaran Meski Awal Tahun Menghangat
Ia menekankan bahwa posisi Indonesia sangat relevan dalam inisiatif ini karena merupakan salah satu koridor remitansi terbesar di dunia, baik sebagai negara asal pekerja migran maupun sebagai tujuan aliran dana dari luar negeri.
Besarnya volume remitansi tersebut menuntut sistem pembayaran lintas negara yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan berbiaya rendah agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.
Selain mendukung arus remitansi, konektivitas pembayaran antarnegara yang semakin mulus juga diyakini mampu memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara mitra di kawasan.
Proyek Nexus sendiri pertama kali diluncurkan oleh BIS pada 2021 dengan tujuan menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik atau instant payment systems dari berbagai negara.
Melalui pendekatan ini, transaksi lintas negara diharapkan dapat dilakukan secara langsung antar sistem domestik tanpa harus melalui jalur perantara yang panjang dan mahal.
Memasuki tahun 2025, proyek Nexus telah naik kelas ke tahap implementasi yang ditandai dengan pembentukan Nexus Global Payments sebagai entitas pengelola jaringan tersebut.
Bank Indonesia yang sebelumnya terlibat sebagai special observer kini menegaskan komitmennya untuk menjadi anggota penuh Nexus dan mengambil peran aktif dalam pengembangannya.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, BI akan mengembangkan sistem pembayaran instan nasional BI-FAST agar dapat terhubung langsung dengan jaringan Nexus.
Integrasi antara BI-FAST dan Nexus diharapkan mampu meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan global.
Baca Juga: Danantara Tegaskan Batas Bisnis Asuransi BUMN, Area Tumpang Tindih Penjaminan Mulai Dibereskan
Bank Indonesia juga menegaskan bahwa seluruh inisiatif ini tetap mengedepankan kepentingan nasional dengan menjaga kedaulatan sistem pembayaran Indonesia.
Dalam skema yang disiapkan, proses kliring dan setelmen untuk transaksi domestik akan tetap dilakukan di dalam negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Langkah bergabungnya BI dalam Nexus juga menjadi bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang menjadi peta jalan transformasi sistem pembayaran nasional.
Selain itu, kebijakan ini sejalan dengan kerangka Regional Payment Connectivity yang disepakati negara-negara ASEAN pada 2022 untuk memperkuat integrasi ekonomi kawasan.
Dengan konektivitas pembayaran yang semakin erat, Indonesia berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sinergi antara Bank Indonesia dan Nexus Global Payments juga mendukung agenda reformasi pembayaran lintas negara yang menjadi salah satu fokus utama G20.
Ke depan, BI menegaskan akan terus memperluas jaringan pembayaran antarnegara melalui penguatan kerja sama dengan bank sentral dan otoritas terkait di berbagai yurisdiksi dunia.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam sistem keuangan global, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha di dalam negeri.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 4Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 5CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 6Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 7Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 8Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC







