Wamenhaj Tegaskan Petugas Haji Wajib Fokus Melayani Jamaah Bukan Ikut Menunaikan Ibadah

Akurat Banten - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan kembali bahwa peran utama petugas haji adalah memberikan pelayanan maksimal kepada jamaah, bukan memanfaatkan status penugasan untuk ikut berhaji.
Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil saat memberikan arahan dalam acara pengukuhan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Menurut Dahnil, pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh petugas yang diberangkatkan benar-benar memiliki niat dan komitmen penuh sebagai pelayan jamaah, bukan sekadar menumpang kesempatan untuk beribadah haji.
“Kami ingin memastikan bahwa petugas haji itu niat utamanya memang untuk bertugas, bukan orang-orang yang nebeng naik haji, karena mereka sudah dilatih cukup lama sebagai sebuah tim,” ujar Dahnil.
Baca Juga: Polisi Telusuri Asal Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah Meski Kasus Dihentikan
Ia menjelaskan bahwa para petugas telah melewati proses seleksi dan pembinaan yang panjang agar mampu bekerja secara profesional dalam melayani jutaan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.
Sebanyak ratusan petugas PPIH Arab Saudi diketahui telah menjalani pendidikan dan pelatihan intensif selama 20 hari secara langsung di Asrama Haji Pondok Gede.
Setelah pelatihan tatap muka tersebut, para petugas masih harus mengikuti pendidikan lanjutan secara daring selama 10 hari sebagai bagian dari penguatan kompetensi.
Dahnil mengungkapkan bahwa latar belakang petugas haji tahun ini sangat beragam, mulai dari tenaga medis, aparat keamanan, jurnalis, hingga kalangan akademisi dan profesor.
Meski berasal dari profesi yang berbeda-beda, seluruh petugas diwajibkan melebur dalam satu identitas yang sama, yakni sebagai pelayan jamaah haji Indonesia.
Ia menekankan bahwa setiap petugas harus melepaskan atribut dan status sosial yang melekat pada dirinya selama menjalankan tugas di Tanah Suci.
Dalam konteks pelayanan, Dahnil menegaskan tidak ada perlakuan khusus atau keistimewaan bagi siapa pun, karena seluruh petugas memiliki tanggung jawab yang setara.
“Ketika bertugas melayani tamu-tamu Allah Subhanahu Wa Ta’ala, semua harus menanggalkan identitasnya dan bekerja dalam satu barisan,” tegasnya.
Baca Juga: Gus Yahya Nilai Langkah Indonesia Masuk Board of Peace Jadi Jalan Strategis Bela Palestina
Ia berharap pendekatan tersebut dapat menjawab berbagai kritik publik yang selama ini muncul terkait dugaan adanya petugas yang hanya ingin memanfaatkan kesempatan berhaji.
“Nah kita harapkan dengan pola ini kita bisa menjawab kritik publik selama ini untuk menghindari ada orang-orang yang nebeng naik haji,” kata Dahnil.
Lebih lanjut, Dahnil menjelaskan bahwa penerapan pendidikan semi militer selama pelatihan bertujuan membentuk kedisiplinan, kekompakan, dan sistem komando yang jelas.
Menurutnya, pola pelatihan tersebut penting agar para petugas mampu bekerja cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Dengan disiplin dan kekompakan yang terbangun sejak awal, pelaksanaan tugas di Tanah Suci diharapkan dapat berjalan lebih tertib dan efektif.
Dahnil juga mengingatkan agar para petugas tidak menempatkan diri sebagai jamaah selama menjalankan tugas pelayanan.
Ia menyinggung adanya pengalaman pada musim haji sebelumnya, di mana masih ditemukan petugas yang justru meminta dilayani.
“Jadi jangan kemudian mereka memposisikan diri sebagai jamaah, karena banyak kejadian sebelumnya petugas haji malah minta dilayani,” ujar Dahnil.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









