Banten

Negara Hadir Pulihkan Korban Bencana Aceh, Puluhan Warga Difasilitasi Pulang ke Jawa dan Banten

Moehamad Dheny Permana | 31 Desember 2025, 14:02 WIB
Negara Hadir Pulihkan Korban Bencana Aceh, Puluhan Warga Difasilitasi Pulang ke Jawa dan Banten

Akurat Banten - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat kembali menunjukkan peran aktifnya dalam pemulihan korban bencana dengan memfasilitasi kepulangan 27 warga terdampak bencana dari Aceh ke daerah asal mereka di Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Barat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memastikan warga yang terdampak bencana tidak terkatung-katung jauh dari kampung halaman dan dapat kembali membangun kehidupan secara layak.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Nunung Nuryartono, menegaskan bahwa pemulangan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam masa krisis.

“Pemulangan ini sebagai wujud kehadiran negara untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana,” kata Nunung Nuryartono.

Ia menjelaskan, dengan dipulangkannya 27 warga tersebut, total warga terdampak bencana di Aceh yang telah difasilitasi kepulangannya oleh Kemenko PM kini mencapai 119 orang.

“Dengan kepulangan 27 warga ini, secara total Kemenko PM telah memfasilitasi kepulangan 119 warga terdampak bencana di Aceh,” ujarnya.

Puluhan warga yang dipulangkan tersebut sebelumnya bekerja sebagai penderes getah pinus di wilayah Aceh sebelum bencana melanda dan memaksa mereka menghentikan aktivitas ekonomi.

Baca Juga: DPR Soroti Batas Waktu Sekolah Darurat di Aceh, Relokasi Warga Jadi Agenda Mendesak

Menurut Nunung, proses pemulangan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, setelah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah pusat melihat langsung kondisi warga perantau yang terdampak bencana dan membutuhkan dukungan segera untuk kembali ke daerah asal.

Upaya pemulangan ini terlaksana berkat sinergi lintas lembaga antara Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta pemerintah provinsi Jawa Tengah dan Banten.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.

Selain difasilitasi transportasi kepulangan, para warga juga menerima bantuan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa transisi.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga setibanya di kampung halaman masing-masing.

Saat ini, seluruh warga yang dipulangkan sedang dalam perjalanan menuju kediaman mereka menggunakan transportasi darat yang difasilitasi oleh badan penghubung dari daerah asal.

Kemenko Pemberdayaan Masyarakat menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak berhenti pada proses pemulangan semata.

Baca Juga: Tilang Elektronik Jadi Andalan Polri, Kepatuhan Pengendara Disebut Melonjak Tajam

Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan pemberdayaan masyarakat pascabencana melalui kerja sama dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait.

Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan munculnya kelompok miskin baru akibat dampak lanjutan bencana alam.

Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga Aceh dinilai berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi berkepanjangan jika tidak ditangani secara menyeluruh.

Nunung menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat terdampak dapat kembali mandiri dan sejahtera.

“Masyarakat tidak akan dibiarkan sendirian pasca terdampak bencana,” ujar Nunung Nuryartono.

“Kemenko PM memastikan pemerintah akan membantu masyarakat kembali berdaya dan sejahtera,” pungkasnya.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.