Pansus RTRW DPRD Tangsel Sidak Lima Titik, Soroti Perubahan Aliran Sungai dan Pelanggaran Zonasi

AKURAT BANTEN - Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), melakukan peninjauan lapangan terhadap sejumlah titik yang menjadi fokus pembahasan aturan tersebut.
Peninjauan ini mencakup lima lokasi berbeda. Di antaranya kawasan Perumahan Serpong Lagoon dan Bintaro XChange yang disorot karena adanya penyempitan hingga hilangnya aliran sungai, yang dinilai berkaitan dengan pengendalian banjir.
Selain itu, Pansus juga mendatangi kawasan pergudangan di Taman Tekno Widya dan Tekno X, BSD, terkait dugaan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan zonasi dalam Perda RTRW.
Baca Juga: JK Hadirkan Pelaku Sejarah Poso dan Ambon untuk Jawab Polemik Pernyataan yang Viral
"Kami Pansus Tata Ruang hari ini berangkat dari jam 9.00 pagi ada beberapa titik, kita cek kawasan industri kita bicara tentang zonasi salah satu industri perdagangan dan jasa, ini di titik terakhir kita bicara arus sungai dan pengendalian banjir. Ada lima titik kita hari ini," kata Ketua Pansus Raperda RTRW Tangsel, Ahmad Syawqi, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, pengecekan tersebut bertujuan memastikan kesesuaian pemanfaatan ruang, termasuk zonasi perkantoran di kawasan Tekno X agar tidak dialihfungsikan menjadi gudang atau industri.
Selain itu, fungsi aliran sungai juga menjadi perhatian agar tetap berjalan normal dan tidak memicu banjir.
Baca Juga: JK Sentil Soal Ijazah Jokowi, Respons Presiden Bikin Kaget 'Cuma Senyum'
"Kita di tata ruang ini dalam Perda kita mau tetap jaga fungsi-fungsi air terutama, resapan, dan zona hijau agar tetap ada, karena kita tahu Kota Tangsel terus tumbuh tapi kita tidak bisa mengesampingkan masalah-masalah yang ada impact lingkungannya," kata dia.
Lebih lanjut, Syawqi menyoroti adanya perubahan aliran sungai di kawasan Bintaro, Pondok Aren.
Kata dia, aliran yang sebelumnya lurus kini berubah arah diduga akibat terputusnya jalur sungai dan beralih fungsi menjadi bangunan komersial.
Baca Juga: Hujan Meteor Lyrid Hiasi Langit Indonesia Dini Hari Ini, Ini Waktu Terbaik Menyaksikannya
"Kita sudah cek di linimasa timeline ke belakang memang ada beberapa perubahan fungsi sungai, tadinya lurus ini jadi belok. Kita akan coba panggil pengembang dan coba dalami kajiannya (mereka) seperti apa," ungkapnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 4Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 5CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 6Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 7Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 8Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC









