Banten

Pelajar Grogol Ditangkap Usai Bacok Teman Sekolah Rival, Aksi Dendam Salah Sasaran Terekam Kamera

Moehamad Dheny Permana | 3 Oktober 2025, 08:55 WIB
Pelajar Grogol Ditangkap Usai Bacok Teman Sekolah Rival, Aksi Dendam Salah Sasaran Terekam Kamera

Akurat Banten - Seorang pelajar berinisial AZF (16) akhirnya ditangkap polisi setelah dua minggu lebih menjadi buronan atas kasus pembacokan terhadap seorang remaja di Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Penangkapan dilakukan Kamis dini hari setelah polisi memburu keberadaan pelaku yang berusaha menghindari aparat usai melancarkan aksinya.

“Kami berhasil mengamankan AZF Kamis dini hari setelah dilakukan pencarian sekitar dua minggu,” ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan anak di bawah umur yang ternyata bertindak sendirian dalam aksi brutal tersebut.

Hasil penyelidikan menunjukkan motif pembacokan bukanlah tawuran massal, melainkan dendam pribadi yang sudah lama dipendam pelaku.

“Pelaku dulu sempat jadi korban pemukulan. Sayangnya, dalam aksinya kali ini dia justru salah sasaran,” jelas Alexander.

AZF diduga mengira korban berinisial RC (15) adalah siswa yang pernah memukul dirinya, padahal RC tidak terlibat dalam insiden lama yang menimbulkan dendam itu.

Peristiwa ini makin ramai dibicarakan setelah video kejadian beredar di media sosial dan viral di kalangan warganet.

Dalam rekaman tersebut, terlihat korban RC berboncengan tiga dengan dua temannya menggunakan sepeda motor.

Baca Juga: RESMI! Kementerian BUMN 'Tamat', Diganti Badan Regulator Baru: Ini 12 Poin Revolusioner UU BUMN

Mereka berpapasan dengan kelompok pelajar lain yang juga mengendarai motor, sebelum pelaku tiba-tiba mengayunkan mistar besi ke arah RC.

Pukulan mengenai kepala bagian kanan korban hingga membuatnya terluka parah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Waras.

Dokter menyatakan korban harus mendapatkan enam jahitan di kepala akibat sabetan benda tajam itu.

Sementara itu, dua remaja lain yang muncul dalam video juga ikut diamankan polisi untuk diperiksa.

“Dua anak itu kami panggil sebagai saksi. Dari keterangan mereka, AZF bertindak sendiri tanpa memberitahu sebelumnya,” kata Alexander.

Kepolisian menegaskan kasus ini bukanlah tawuran pelajar seperti yang ramai diperbincangkan, melainkan penganiayaan bermotif dendam pribadi.

Namun, nama sekolah tetap terseret karena baik pelaku maupun korban berasal dari dua sekolah berbeda yang disebut sering terlibat masalah.Peristiwa ini memperlihatkan betapa persoalan pribadi antar pelajar bisa berujung pada kekerasan serius yang bukan hanya melukai fisik, tapi juga mencoreng nama baik sekolah.

Baca Juga: 63 Penyedia Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Tangerang Belum Kantongi Sertifikat Higienis

Hingga kini polisi masih mendalami apakah ada pihak lain yang ikut mendorong aksi pelaku, meski sementara ini AZF dinyatakan bertindak seorang diri.

“Fokus kami memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan, meskipun pelaku masih berstatus anak di bawah umur,” tegas Alexander.

Kejadian ini diharapkan bisa menjadi peringatan keras bagi sekolah dan orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan remaja serta mendorong penyelesaian masalah secara damai sebelum berujung pada tragedi kekerasan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.