Kementerian PU Gerak Cepat Rehabilitasi Fasilitas Umum Usai Aksi Aspirasi Publik

Akurat Banten - Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan kesiapan mereka untuk melakukan perbaikan fasilitas umum yang rusak setelah rangkaian aksi penyampaian aspirasi masyarakat beberapa hari terakhir.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Presiden Prabowo telah memberikan instruksi langsung agar kementerian segera menindaklanjuti kondisi fasilitas publik yang terdampak.
“Ada arahan dari Presiden agar rehabilitasi fasilitas umum yang rusak dapat dilakukan secepatnya. Saya sudah meminta tim terkait untuk memetakan prioritas perbaikan,” ujar Dody.
Dody menambahkan, langkah pemerintah harus tepat sasaran, sehingga penentuan tingkat kerusakan menjadi kunci; dari ringan, sedang, berat, hingga yang membutuhkan rehabilitasi total.
Instruksi ini muncul dalam konteks Sidang Kabinet Paripurna, sebagai bentuk respon cepat pemerintah terhadap kerusakan fasilitas publik di sejumlah daerah akibat aksi masyarakat pada akhir Agustus 2025.
“Tujuannya agar layanan publik bisa segera pulih dan masyarakat tetap mendapatkan fasilitas yang layak,” jelas Dody.
Dalam arahan lanjutan, Dody meminta tim lapangan Kementerian PU untuk mempercepat pendataan kondisi infrastruktur.
“Data harus segera terkumpul agar bisa dilaporkan kepada Presiden, kemudian pekerjaan fisik dapat dimulai saat situasi mulai kondusif, sekitar akhir minggu ini atau awal minggu depan,” kata Dody.
Koordinasi dengan pemerintah daerah juga menjadi perhatian utama. Dody menekankan pentingnya sinkronisasi dengan provinsi, kabupaten/kota, serta kepolisian setempat agar pembagian tugas perbaikan jelas.
Direktur Jenderal Cipta Karya Dewi Chomistriana menambahkan, seluruh Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan tengah melakukan identifikasi lapangan.
“Tim kami menilai kondisi bangunan berdasarkan kerusakan terbakar atau tidak, serta klasifikasi kerusakan ringan, sedang, dan berat,” ungkap Dewi.
Hingga saat ini, 42 gedung dan 32 pos polisi telah diidentifikasi tersebar di 29 kota di 12 provinsi. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring perkembangan di lapangan.
Untuk kerusakan yang cukup parah, Cipta Karya akan berkoordinasi dengan Komite Keandalan Bangunan Gedung guna memastikan perencanaan perbaikan tepat.
Baca Juga: Geger Indramayu: Misteri Penemuan Lima Jenazah Terkubur dalam Satu Lubang di Rumah Sendiri
Dewi menekankan, pendanaan rehabilitasi telah disiapkan melalui mekanisme tanggap darurat. Kerusakan ringan dapat segera diperbaiki dalam tujuh hari.
Sementara kerusakan sedang dan berat masih dihitung kebutuhan biayanya, dan jika diperlukan, tambahan anggaran akan segera dialokasikan.
Dengan langkah cepat ini, Kementerian PU berharap fasilitas umum dapat segera pulih dan pelayanan publik kembali berjalan normal, sekaligus menjaga stabilitas sosial di daerah terdampak.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 4Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 5Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 6Wendi Cagur Bikin Geger! Akun Medsos Diduga Dibatasi Usai Suarakan Karhutla, 5 Figur Publik Ikut Disorot
- 7Kabar Terbaru MBG! Siswa Boleh Tambah Makan, Sistem Prasmanan Diuji di 10 Provinsi
- 8Disetujui Prabowo, Siswa Tak Bisa Otomatis Naik Kelas Mulai 2027/2028! Ini Aturan Barunya
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap









