Banten

PTPP Genjot Inovasi Infrastruktur, Proyek Tol Probowangi Jadi Contoh Konstruksi Berkelanjutan

Moehamad Dheny Permana | 31 Juli 2025, 21:29 WIB
PTPP Genjot Inovasi Infrastruktur, Proyek Tol Probowangi Jadi Contoh Konstruksi Berkelanjutan

Akurat Banten - PT PP (Persero) Tbk kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional lewat pengembangan Proyek Jalan Tol Probowangi.

Proyek strategis ini bukan hanya menghubungkan Probolinggo dan Banyuwangi, tetapi juga menjadi simbol transformasi metode konstruksi modern dan ramah lingkungan di Indonesia.

Berbeda dari pembangunan jalan tol pada umumnya, proyek ini didorong oleh pendekatan inovatif yang menitikberatkan pada efisiensi dan keberlanjutan.

Salah satu teknologi unggulan yang digunakan adalah Modular Bekisting Barrier Modified, sistem bekisting dengan akurasi tinggi yang mempercepat proses pengecoran dan dapat digunakan kembali dalam jumlah siklus yang tinggi.

“Penggunaan teknologi ini bukan sekadar mengejar waktu, tapi juga bagian dari efisiensi biaya dan pengurangan limbah konstruksi,” jelas Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo.

Tak hanya soal metode, material yang digunakan pun mengalami terobosan signifikan.

Untuk pertama kalinya, tim proyek menggunakan Batu Gunung sebagai bahan timbunan utama pada badan jalan tol.

Ini merupakan langkah berani yang sekaligus membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal secara maksimal.

Baca Juga: Beras Bermasalah Marak di Pasar, Pemerintah Siapkan Langkah Tegas Usai Temuan Mengejutkan

“Kami melihat potensi lokal bisa dimaksimalkan tanpa mengorbankan standar teknis. Justru ini menjadi solusi atas tantangan suplai material di daerah,” tambah Joko.

Namun, pembangunan proyek ini tidak berjalan tanpa hambatan.

Salah satu kendala utama adalah keberadaan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Jawa–Bali yang bersinggungan langsung dengan trase jalan.

Meski begitu, tim lapangan berhasil menyelesaikan relokasi menara transmisi melalui koordinasi lintas sektor yang intensif.

“Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama. Ini bukan hanya soal pembangunan jalan, tapi pengelolaan proyek kompleks yang membutuhkan kolaborasi nyata,” ujar Joko.

Dengan nilai proyek mencapai Rp4,07 triliun, jalan tol sepanjang lebih dari 30 kilometer ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu 912 hari kalender.

Hingga saat ini, progres fisik proyek telah mencapai hampir 80 persen dan tetap berada dalam koridor waktu yang telah dirancang.

Yang menarik, Proyek Tol Probowangi Paket 3 juga berhasil meraih QHSE Award 2025.

Penghargaan ini menandakan tingginya penerapan standar mutu, kesehatan, keselamatan kerja, dan perlindungan lingkungan dalam proses konstruksi.

“Proyek ini membuktikan bahwa membangun infrastruktur tidak hanya mengejar target, tapi juga kualitas dan keberlanjutan,” kata Joko.

Baca Juga: Hakim Tantang Nikita Bawa Bukti ke Aparat Hukum, Tudingan Main Mata dengan Jaksa Mencuat

Ke depan, keberadaan jalan tol ini diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan kawasan industri, logistik, dan pariwisata di ujung timur Pulau Jawa.

Bagi PTPP sendiri, ini merupakan pembuktian bahwa infrastruktur berkualitas tinggi bisa diwujudkan dengan kombinasi inovasi, kerja sama, dan visi jangka panjang.

“Pembangunan yang nyata dimulai dari konektivitas. Dari barat ke timur, Indonesia sedang membangun masa depannya,” tutup Joko.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.