Banten

Tata Kelola Kota Tangerang Buruk, Infrastruktur Pengendalian Banjir Lemah

Noudhy Valdryno | 9 Juli 2025, 11:29 WIB
Tata Kelola Kota Tangerang Buruk, Infrastruktur Pengendalian Banjir Lemah

AKURAT BANTEN - Gubernur Banten Andra Soni mengakui buruknya infrastruktur di wilayah Tangerang Raya, menjadi sebab terjadinya banjir semakin parah. Drainase yang sempit, mengakibatkan genangan air meluas.

"Iya, semalam saya terima informasi terkait dengan banjir yang terjadi di beberapa titik di wilayah Tangerang dan saya sudah berkoordinasi dengan DPRD untuk bersinergi, salah satunya dengan memanggil beberapa pengembang," ujar Gubernur Andra Soni, Selasa (8/7/2025).

Andre mengaku, pihaknya akan berkoordinasi perihal para pengembang yang memiliki kewajiban untuk menyediakan saluran air yang sesuai dengan luas wilayah, dengan penerapan terintegrasi.

Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka Dimakzulkan? Ini 2 Sosok Mengejutkan yang Berpeluang Gantikan Posisinya

"Saya telah memerintahkan kepada Kepala BPBD dan Dinas PUPR untuk memetakan wilayah-wilayah yang mengalami permasalahan drainase agar segera kita tindaklanjuti," katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan saat ini Pemprov Banten tengah menunggu terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) mengenai pengendalian banjir kawasan Jabodetabek-Punjur, sebagai penguatan dalam penanganan banjir, khususnya di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan.

"Mohon doa dan dukungannya agar kita menemukan solusinya. Selain curah hujan dan drainase, pasti juga ada masalah lain seperti sungai. Ini semua sedang kita bahas," ucap Gubernur yang berasal dari Ciledug, Kota Tangerang itu.

Baca Juga: Usai Dituntut 7 Tahun Penjara, Tom Lembong Siap Bacakan Pleidoi Hari Ini

Sementara, Kepala BPBD Banten Nana Suryana mengatakan, jika timnya telah diterjunkan sejak awal banjir guna melakukan evakuasi serta menyalurkan bantuan logistik ke wilayah terdampak.

Nana pu tak menampik, jika menurutnya penyebab utama banjir adalah curah hujan ekstrem dan buruknya saluran drainase di Tangerang. Seperti di wilayah Ciputat dan Ciledug yang tergenang parah. 

"Penyebab utamanya karena curah hujan yang tinggi dan drainase yang menyempit, sehingga air tidak tersalurkan dengan baik dan naik ke permukaan," ungkapnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Isi Ceramah Dr. Zakir Naik yang Bikin Heboh Dunia Internasional, Pantas Warga Malang Tolak Kehadirannya?

Diketahui, hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Jabodetabek sejak Minggu sore (6/7/25) hingga Senin malam (7/7/25), menyebabkan banjir di sejumlah titik di wilayah Kota Tangerang. 

BPBD Kota Tangerang mencatat, hingga Selasa siang, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah dengan ketinggian air mencapai lebih dari 1,5 meter. 

Ribuan warga terdampak dan ratusan kepala keluarga mengungsi. Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh menjadi salah satu wilayah terparah. 

Ketinggian air tercatat hingga ±2 meter pada Senin pagi dan masih berkisar ±160 cm hingga siang hari. Total warga terdampak di wilayah ini mencapai 1.477 KK atau 3.574 jiwa. Banjir juga merendam wilayah lain seperti Duren Villa, Ciledug Indah, Pedurenan, dan Gandasari.



Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.