Banten

Duka Mendalam di Garut: Kolonel Antonius Hermawan, Kepala Gudang TNI AD Gugur Saat Tugas Mulia, Rekannya Seangkatan Banyak Jenderal

Saeful Anwar | 12 Mei 2025, 20:36 WIB
Duka Mendalam di Garut: Kolonel Antonius Hermawan, Kepala Gudang TNI AD Gugur Saat Tugas Mulia, Rekannya Seangkatan Banyak Jenderal

AKURAT BANTEN - Kabar duka menyelimuti Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan keluarga besar Akademi Militer (Akmil) 1997. Kolonel Corps Peralatan (Cpl) Antonius Hermawan ST MM,

Kepala Gudang Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), gugur dalam sebuah insiden ledakan amunisi kedaluwarsa di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/5).

Peristiwa tragis ini terjadi saat almarhum menjalankan tugas pemusnahan amunisi yang sudah tidak layak pakai.

Baca Juga: Beredar Dimedsos Foto Amunisi Diduga Tewaskan 13 Orang di Garut, Polda Jabar: Foto Sebelum Kejadian

Kepergian Kolonel Antonius tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan institusi TNI AD, namun juga menyoroti sebuah fakta menarik tentang perjalanan kariernya.

Sebagai alumni Akmil angkatan 1997 atau yang dikenal dengan nama angkatan Batalyon Wirasakti, Kolonel Antonius memiliki banyak rekan seangkatan yang kini telah meraih pangkat jenderal.

Tercatat, setidaknya 18 alumni Akmil 1997 lainnya telah menyandang bintang di pundak mereka, dengan rincian dua Mayor Jenderal (Mayjen) dan enam belas Brigadir Jenderal (Brigjen).

Baca Juga: Insiden Ledakan Maut Saat Pemusnahan Amunisi di Garut Tewaskan 13 Orang Warga Sipil dan TNI

Beberapa nama jenderal dari angkatan yang sama dengan Kolonel Antonius antara lain Mayjen Rudy Saladin (mantan Setmilpres era Presiden Joko Widodo), Mayjen Achiruddin Darojat, serta para Brigjen seperti Edwin Adrian Sumantha, Yudha Airlangga, Benyamin, Adek Chandra Kurniawan, Riksani Gumay, Agus Isrok (putra mantan KSAD), Jamaluddin, M Andy Kusuma, Ahmad Fikri Musmar, Krido Pramono, Kristomei Sianturi, M Tohir, Tugino, Putra Widyawinaya, Benny Mutiha, dan Maychel Asmi.

Fakta bahwa Kolonel Antonius, seorang perwira menengah yang menjabat posisi penting sebagai Kepala Gudang Puspalad, memiliki begitu banyak rekan seangkatan yang telah mencapai jenjang kepangkatan jenderal, memberikan perspektif yang unik terhadap dinamika karier di militer.

Baca Juga: Drama di Balik Layar TBA: Teuku Ryzki Tagih Tanggung Jawab Aldy Maldini Atas Dugaan Penipuan Penggemar!

Meskipun jalur karier setiap individu berbeda, kesamaan almamater dan angkatan seringkali menciptakan ikatan yang kuat di antara para perwira.

Sosok Kepala Gudang Puspalad yang Berdedikasi

Sebelum menjabat sebagai Kepala Gudang Puspalad di Matraman, Jakarta Timur, Kolonel Antonius Hermawan telah mengemban berbagai penugasan penting.

Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Peralatan Daerah Militer (Kapaldam) XVI/Pattimura dan Kepala Subbagian Pengamanan Personel dan Materiil (Kasubbag Pampersmat) Bagian Pengamanan (Bagpam) Rumah Tangga Sekretariat Jenderal (Roum Setjen).

Kolonel Antonius diketahui telah menikah dengan seorang wanita bernama Ira Antonius.

Baca Juga: Kontroversi Vasektomi sebagai Syarat Bansos: MUI Tegas Menolak Usulan Gubernur Jawa Barat

Tragedi Ledakan yang Merenggut Nyawa

Insiden ledakan di Garut yang merenggut nyawa Kolonel Antonius dan 12 orang lainnya (3 anggota TNI AD dan 9 warga sipil) terjadi saat proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa sedang berlangsung.

TNI saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Kristomei Sianturi, menyatakan bahwa keempat prajurit TNI AD yang gugur akan disemayamkan di Puspalad Jakarta Timur.

Baca Juga: Dari Tenggiri Ganas hingga Kakap Merah Lezat: Inilah Epicentrum Mancing di Pulau Untung Jawa!

Sementara itu, sembilan warga sipil yang menjadi korban akan diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan dengan bantuan dari aparat terkait.

"Nanti kita lihat kenapa hal ini bisa terjadi. Apakah setelah ledakan pertama dianggap sudah selesai, ternyata masih ada munisi yang belum meledak atau karena belum terdetonasi sehingga bisa menimbulkan adanya susulan, setelah mungkin kepala gudangnya mendekat, masyarakat mendekat," ujar Brigjen Kristomei.

Ia juga menambahkan bahwa lokasi pemusnahan amunisi tersebut telah sesuai dengan prosedur yang berlaku dan berada di lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Garut yang memang diperuntukkan untuk kegiatan tersebut.

Baca Juga: Babak Baru Kasus Meme Mahasiswi ITB: Penangguhan Penahanan dan Gelombang Empati

Kepergian Kolonel Antonius Hermawan adalah kehilangan besar bagi TNI AD. Dedikasi dan pengabdiannya dalam menjalankan tugas negara, termasuk dalam proses pemusnahan amunisi berbahaya, patut dikenang.

Tragedi ini juga menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi para prajurit dalam melaksanakan tugasnya demi keamanan dan ketertiban negara.

Semoga arwah Kolonel Antonius Hermawan dan para korban lainnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman