Starlink Ditinggalkan, Banyak yang Memutuskan untuk Memboikot Kerajaan Bisnis Elon Musk

Akurat Banten - Gerakan boikot terhadap kerajaan bisnis Elon Musk semakin meluas, dan kini giliran Starlink yang menjadi sasaran protes.
Dikenal sebagai layanan internet satelit yang menghubungkan wilayah terpencil, Starlink kini menghadapi krisis pengikut yang kecewa dengan sikap politik sang pendiri, Elon Musk.
Beberapa pengguna melaporkan akan berhenti menggunakan layanan tersebut karena ketidaknyamanan terhadap peran Musk dalam politik AS, terutama dukungannya terhadap Donald Trump.
Baca Juga: China Makin Ganas, AS di Ambang Kekalahan Mutlak dalam Perlombaan Energi Fusi Nuklir
Starlink yang telah mendominasi pasar internet satelit kini mulai kehilangan daya tarik, terutama di Eropa.
Sejumlah pengguna yang sebelumnya bergantung pada Starlink untuk akses internet cepat di daerah terpencil mengungkapkan rasa frustrasi mereka.
Barry Nisbet, seorang pemain biola asal Skotlandia, menyebut bahwa penghormatan kontroversial Musk di acara pelantikan Trump menjadi titik balik bagi dirinya untuk meninggalkan Starlink.
Baca Juga: Hoax Sri Mulyani Mundur Jadi Kemenkeu, Tetap Lakukan Tugasnya dari Prabowo Usai Lebaran Nanti
Nisbet menambahkan bahwa monopoli bisnis Musk juga semakin membuatnya terganggu.
Di tengah gejolak ini, perusahaan layanan internet satelit Eutelsat asal Prancis melihat peluang.
Sejak ketegangan antara Musk dan pemerintah Ukraina terkait Starlink, nilai saham Eutelsat melonjak hingga 500%.
Baca Juga: Stroke: Bom Waktu yang Mengintai Semua Orang, Bukan Hanya Penderita Jantung!
Layanan ini kini dipandang sebagai alternatif bagi banyak pengguna yang ingin menggantikan Starlink, terutama di wilayah Ukraina yang terpengaruh oleh ketegangan geopolitik.
Di Inggris, Starlink banyak digunakan di daerah-daerah terpencil yang kesulitan mendapatkan akses internet cepat.
Meskipun banyak pengguna mengakui manfaat Starlink sebagai solusi sementara, ketidaknyamanan dengan sikap politik Musk membuat beberapa di antara mereka mempertimbangkan untuk beralih.
Baca Juga: China Makin Ganas, AS di Ambang Kekalahan Mutlak dalam Perlombaan Energi Fusi Nuklir
Richard Opie, seorang konsultan yang tinggal di Northumberland, mengungkapkan bahwa meski Starlink membantu akses internet di daerahnya selama pandemi, ia kini merasa ragu untuk terus berlangganan karena kedekatan Musk dengan Trump.
"Saya merasa terjebak. Starlink adalah berkah bagi kami yang tinggal di area yang sulit dijangkau infrastruktur, namun saya tak nyaman dengan hubungan Musk dan Trump," kata Opie.
Selain itu, Mel Sayer, seorang pengguna lainnya, mengungkapkan penolakannya terhadap segala bentuk kontribusi finansial kepada Musk, terutama setelah kontroversi pose salute yang dilakukan Musk di acara pelantikan Trump.
Baca Juga: Banjir di Tangerang, Seorang Wanita Hanyut di Dalam Mobil
Menurut Sayer, meski Starlink memiliki manfaat besar, ia tidak ingin lagi mendukung perusahaan yang memiliki pemilik dengan pandangan politik yang bertentangan dengan nilai-nilai pribadinya.
Dengan semakin banyaknya pengguna yang meninggalkan Starlink, industri internet satelit kini dihadapkan pada persaingan baru.
Viasat dari Inggris dikabarkan sedang melakukan pembicaraan dengan pemerintah Eropa untuk menggantikan Starlink, membuka peluang bagi perusahaan lain untuk meraih pasar yang sebelumnya dikuasai Musk.
Saat ini, meskipun Starlink tetap menjadi pilihan utama bagi pengguna di daerah terpencil, opini negatif terhadap Musk semakin mempengaruhi reputasi perusahaannya, bahkan bisa merusak citra Starlink yang selama ini menjadi solusi teknologi penting bagi banyak wilayah.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 3Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 4Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 5Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 6CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 7Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 8Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC





