Warga Geram, Gegara Bangun Hotel Dikampung Babakan, Ciberem Air Tumpah Genangi Jalan Poros Desa

AKURAT BANTEN, LEBAK - Jalan lingkungan atau poros desa yang menghubungkan Kampung Ciberem - Kampung Rangkong dan Kampung Pasir Kupa, semenjak adanya proyek pembangunan hotel, jalan digenangi air.
Warga menilai, sejak adanya pembangunan hotel yang diduga tidak direncanakan dengan baik, sehingga merusak sarana publik.
Berdasarkan informasi yang diperoleh jurnalis Akurat Banten, rencananya mayarakat akan melakukan aksi unjuk rasa terhadap pembangunan hotel yang sedang dikerjakan.
Baca Juga: Liga1 2024-2025: Malut United Kalahkan Persik Kediri 2-1, Yakob Sayuri Cetak Gol di Menit 52
Mirisnya lagi, Pembangunan Hotel tersebut, berada di samping Kantor Desa Aweh Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak Banten, namun aparat desa seolah tutup mata atas keluhan warga sekitar.
“Pasca atau sebelum adanya pembangunan, yang informasinya akan dijadikan hotel. Jalan poros desa ini, tidak pernah tergenang air di badan jalan,” ujar Badri warga di Kampung Babakan Cibereum RT 05/03 Desa Aweh Kecamatan Kalanganyar. Sabtu (25/1/2025).
Menurut Badri, aktivitas pembangunan ini belum diketahui. Namun, informasinya akan dijadikan hotel.
Baca Juga: Timnas Indonesia U20 Kalah, Indra Sjafri: Akan Lakukan Evaluasi dan Perubahan Komposisi Tim
“Belum bisa dipastikan jika bangunan yang tengah dikerjakan tersebut apakah hoteln atau bukan. Mengingat, pihaknya belum pernah dipanggil untuk musyawarah duduk bersama dan sekaligus mempertanyakan izin lingkungannya,” ungkapnya.
Badri menjelaskan, bahwa dalam waktu dekat warga disini akan melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut keterbukaan informasi dan tidak merusak insfratruktur jalan yang ada.
“Saat ini kita tengah mempersiapkan waktu untuk pelaksanaan aksi. Intinya, dalam waktu dekat,” jelasnya.
Baca Juga: India Negara Pertama Akui Indonesia Merdeka, Prabowo: Kita Tidak Akan Lupa
Sementara itu, Darwin perwakilan dari PT MUN pelaksana kegiatan menjelaskan, bahwa pelaksanaan pembangunan, tidak melakukan pengeboran air.
“Kita hanya melakukan pengerjaan Fondasi batu kali untuk pemagaran. Sedangkan, mengenai dampak air ke badan jalan. Bisa disebabkan dari genangan air hujan yang turun ke jalan. Terlebih, tidak adanya saluran air,” kilah Darwin. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









