Banten

Skema Rekayasa Lalin Dishub Kota Tangerang Menyesatkan Pengendara, Kemacetan Makin Parah!

Noudhy Valdryno | 16 Oktober 2024, 13:16 WIB
Skema Rekayasa Lalin Dishub Kota Tangerang Menyesatkan Pengendara, Kemacetan Makin Parah!

AKURAT BANTEN - Masyarakat di tiga kecamatan di Kota Tangerang mengeluhkan kemacetan yang tak pernah kunjung usai. Pengaturan lalu lintas (Lalin), imbas pengerjaan dua proyek yang sedang berjalan bersamaan dianggap tidak memberi solusi. 

Hal tersebut mengakibatkan kemacetan parah di Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Ciledug dan Larangan serta Jalan Dr. Sutomo Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. 

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang pun belum lama ini baru mengeluarkan skema rekayasa jalur alternatif untuk para pengendara agar bisa terhindar dari penumpukan kendaraan di jalur pengerjaan proyek Peningkatan jalan Dr. Sutomo dan Jembatan Sasak Rembang Puri Beta. 

Baca Juga: Pemkot Tangerang Gelar Acara Muda Mudi Fest 2024 dalam Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pada 25-28 Oktober di Alun-alun

Namun skema tersebut, menurut warga dianggap tidak memberikan solusi sama sekali, melainkan menambahkan kemacetan di jalan lainnya. 

“Pertama, Dishub Kota Tangerang sangat telat memberikan informasi rekayasa jalur lalu lintas. Dan yang kedua jalur alternatif yang diberikan Dishub itu, malah semakin membuat kemacetan di jalan yang lain,” ujar Tokoh Pemuda Kecamatan Ciledug, Alfianur Mustaqim, Rabu (16/10/2024).

Sebab menurut Alfianur, pengerjaan yang telah berjalan lama itu telah banyak dikeluhkan para pengendara. Ditambah, banyak juga korban yang sedang dalam situasi darurat tidak bisa melintas. 

Baca Juga: H. Ismet Iskandar, Mantan Bupati Tangerang Dua Periode Meninggal Dunia

“Pengerjaan dua proyek ini sudah berjalan lama sekitar 4 bulan. Lalu, kenapa Dishub baru mengeluarkan rekayasa lalu lintas, dan skema malah bikin macet semakin panjang. Sampai ada ibu yang mau melahirkan dan ambulance pun sering tersendat,” tuturnya. 

Keluhan senada juga diungkapkan oleh, Nurul Akbar (38). Pengendara asal Ciledug yang setiap harinya harus melintasi kemacetan parah imbas dari dua proyek Pemerintah Daerah (Pemda). 

“Jalur alternatif itu menyesatkan pengendara. Yang ada bikin tambah macet di jalur Raden Soleh, Kecamatan Karang Tengah. Sehari-hari aja macet, apalagi dialihkan ke situ. Kacau,” kata Akbar.

Baca Juga: Pemkot Tangerang Terima Deviden Tahun 2023 dari PT Tangerang Nusantara Global sebesar 340 Juta

Akbar pun berharap, jika para petugas pengatur lalu lintas bisa lebih aktif dan menyebar ke sejumlah titik agar dapat meminimalisir kemacetan yang terjadi di mana-mana. 

“Seharusnya petugas lalu lintas dari Dishub atau anggota Polsek Ciledug bisa aktif. Soalnya jarang kelihatan kalau macet. Cuma ada warga yang mengatur. Sekalinya ada, paling cuma di titik proyek aja,” ungkapnya.

Diketahui, rekayasa lalu lintas yang dirilis Dishub Kota Tangerang yaitu. 

-Pengguna jalan dari arah Kota Tangerang yang akan menuju Jakarta (Joglo) dapat menghindari Jalan Dr. Sutomo Karang Tengah dan Jembatan Sasak Rembang di Jalan HOS Cokroaminoto Puri Beta Ciledug dengan menggunakan Jalan Raden Saleh mengarah ke Jalan Karyawan 3, Jalan Joglo Baru, sampai Jalan Joglo Raya Jakarta Barat.

Baca Juga: Pj Gubernur Banten Al Muktabar Melantik Usman Assidiqi Qohara sebagai Pj Sekretaris Daerah

- Pengguna jalan dari arah Larangan yang akan menuju Jakarta (Joglo) dapat berputar di putar balik (looping) Puri Beta menuju Jalan Chairil Anwar-Jalan Mochtar Raya menuju Simpang Joglo atau melalui Jalan Swadaya Raya-Jalan Basoka Raya menuju Simpang Joglo.

Sementara, Kepala Dishub Kota Tangerang, Achmad Suhaely tidak merespon ketika dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat tersebut.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.