Banten

Gara-gara Truk Mogok, PT KAI Lakukan Rekayasa Perjalanan hanya Sampai Stasiun Serpong

Mitha Theana | 17 Februari 2024, 18:08 WIB
Gara-gara Truk Mogok, PT KAI Lakukan Rekayasa Perjalanan hanya Sampai Stasiun Serpong

AKURAT BANTEN - Gara-gara truk mogok di perlintasan kereta api Stasiun Serpong, pihak PT KAI melakukan rekayasa perjalanan kereta.

Sedikitnya ada dua perjalanan kereta yang terkena rekayasa ini. 

Dilansir dari laman X KAI Commuter @CommuterLine, rekayasa itu terjadi pada perjalanan KA 1732 Tanah Abang-Parung Panjang. 

Baca Juga: Beraksi di Siang Bolong, Aksi Jambret di Kota Bandung Terekam CCTV

"Perjalanan hanya sampai Stasiun Serpong," katanya, Sabtu (17/2/2024). 

Begitupun dengan perjalanan KA 1755 Parung Panjang-Tanah Abang, hanya dijalankan rute Stasiun Serpong-Tanah Abang. 

Sebelumnya diberitakan, perjalanan kereta api di Stasiun Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terganggu akibat truk mogok.

Hingga kini, sudah 1 jam truk tersebut mogok di perlintasan kereta.

Tidak hanya kereta yang sulit melintas, arus lalu lintas di lokasi juga menjadi sangat padat oleh kendaraan yang sulit melintas.

Baca Juga: Kuota Tersedia Sebanyak 50 Kursi, 677 Caleg Pemilu 2024 Bakal Berebut Kursi DPRD Kota Tangerang

Menurut laman X KAI Commuter @CommuterLine, petugas sedang melakukan proses evakuasi truk mogok tersebut.

"Terdapat truk mogok di perlintasan Stasiun Serpong dan saat ini masih proses evakuasi. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya," katanya. 

Sementara itu, DOR !! (reborn) @lthftx_ mengatakan, evakuasi truk sempat beberapa kali mengalami masalah di lapangan.

"Masih berlangsung, kabel penarik dari truk depan terputus ketika sedang proses evakuasi," sambungnya.

Lain lagi dengan Ilfan @Ilfanilyas59. Dia mengaku, sudah menunggu selama 1 jam di Stasiun Sudimara akibat gangguan tersebut.

"Berapa lama ini penanganannya? Saya tertahan sekitar hampir 1 jam di Sudimara dari arah Tanabang. Saya liat penumpukan penumpang di setiap stasiun. Tolong dipercepat penanganannya," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.