Banten

PBNU Resmikan Platform Investasi Syariah Global NHM Perkuat Peran NU di Panggung Ekonomi Dunia

Moehamad Dheny Permana | 31 Januari 2026, 20:31 WIB
PBNU Resmikan Platform Investasi Syariah Global NHM Perkuat Peran NU di Panggung Ekonomi Dunia

Akurat Banten - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama resmi meluncurkan Nahdlatul Ulama Harvest Maslaha atau NHM sebagai langkah besar memasuki arena investasi syariah global yang dikelola di bawah naungan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

Peluncuran NHM menandai babak baru kiprah NU yang tidak hanya dikenal sebagai penjaga nilai keagamaan dan sosial, tetapi juga sebagai aktor penting dalam pengelolaan ekonomi berbasis syariah di tingkat internasional.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa investasi syariah harus dimaknai lebih luas daripada sekadar mengejar keuntungan finansial semata.

“Investasi syariah bukan hanya soal imbal hasil, tetapi tentang amanah, keberkahan, dan keberlanjutan yang membawa manfaat nyata bagi umat,” ujar Yahya Cholil Staquf.

Menurut Gus Yahya, kehadiran NHM merupakan ikhtiar strategis NU dalam merespons tantangan pembangunan nasional sekaligus dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.

Ia menilai penguatan ekosistem ekonomi syariah harus berlandaskan prinsip keadilan, transparansi, serta dampak sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

PBNU melihat perlunya instrumen investasi yang memiliki legitimasi syariah kuat dan tata kelola profesional agar kepercayaan publik serta investor global dapat terus terjaga.

NHM dirancang sebagai platform yang menghimpun dan mengelola sumber daya keuangan global dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam yang moderat dan inklusif.

Baca Juga: Dorong Industri Hijau, DPR Tekankan Transformasi Ramah Lingkungan Demi Daya Saing Global

“NHM dibangun melalui kemitraan strategis antara PBNU dan Harvest Advisors yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan dana berbasis syariah,” kata Gus Yahya.

Dalam praktik operasionalnya, NHM menerapkan sistem tata kelola ganda atau dual governance system yang mengombinasikan standar manajemen investasi internasional dengan pengawasan syariah dari PBNU.

Model tata kelola tersebut melibatkan Dewan Pengawas Syariah bersama guna memastikan setiap keputusan investasi tetap sejalan dengan prinsip syariah dan etika bisnis yang berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, PBNU juga memperkenalkan Sharia Global Services atau SGS sebagai pilar pendukung ekosistem investasi syariah yang tengah dibangun.

SGS berperan memastikan kepatuhan terhadap prinsip syariah, sertifikasi halal, serta menjaga integritas tata kelola industri dan investasi syariah lintas sektor maupun lintas negara.

Managing Director Harvest Advisors sekaligus CEO NHM Andrew Tan menyatakan kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta investasi syariah global.

“NHM hadir sebagai jembatan antara modal global, sektor riil, dan nilai-nilai syariah yang berorientasi pada dampak sosial,” ujar Andrew Tan.

Baca Juga: Sisa Kuota Tak Lagi Hangus! Telkomsel Rilis Fitur Akumulasi, Ini Cara Pakai dan Daftar Paketnya

Melalui penguatan NHM dan SGS, PBNU menargetkan peningkatan arus investasi syariah ke sektor-sektor strategis yang memiliki efek berganda bagi perekonomian nasional.

Sektor prioritas tersebut mencakup industri halal, pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, hingga pembangunan infrastruktur publik yang ramah lingkungan.

PBNU berharap kehadiran NHM mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Langkah ini sekaligus mempertegas ambisi NU untuk berkontribusi nyata dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dan investasi syariah dunia.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.