Sering Dianggap Sepele, Cedera Keseleo Bisa Jadi Alarm Bahaya Jika Alami Tanda Ini

Akurat Banten - Keseleo akibat olahraga, mengangkat barang berat, atau terpeleset di lantai licin kerap dianggap sebagai cedera ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa bantuan tenaga medis.
Anggapan tersebut membuat banyak orang memilih menahan nyeri atau melakukan pengobatan seadanya di rumah, padahal dalam sejumlah kasus, cedera otot dan sendi bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
“Karena sangat umum, banyak orang mencoba mengatasi rasa sakitnya sendiri. Terkadang itu baik-baik saja. Terkadang tidak,” ujar konsultan cedera olahraga sekaligus ahli bedah penggantian sendi di Rumah Sakit Arete, Dr. Kundan Kumar Jha.
Menurut Dr. Jha, cedera yang tergolong ringan umumnya menunjukkan perbaikan dalam hitungan hari, sehingga rasa nyeri perlahan berkurang dan fungsi gerak kembali normal.
Sebaliknya, jika rasa sakit tidak juga mereda atau justru semakin intens, kondisi tersebut bisa menjadi petunjuk adanya cedera yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Baca Juga: Polda Riau Pecat 12 Anggota Sekaligus, Kapolda Tegaskan Harga Diri Polri Tak Bisa Ditawar
Pembengkakan yang tidak kunjung surut setelah beberapa hari atau muncul kembali setiap kali area cedera digerakkan juga patut diwaspadai karena menandakan proses penyembuhan yang tidak optimal.
Dr. Jha menekankan bahwa cedera tidak bisa lagi disebut ringan ketika seseorang mulai menghindari pergerakan tertentu atau mengubah cara bergerak demi mengurangi rasa sakit.
Kesulitan berdiri, berjalan, menggenggam benda, atau mengangkat beban merupakan sinyal bahwa otot dan sendi yang cedera tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Rasa tidak stabil atau goyah pada lutut, pergelangan kaki, bahu, maupun pergelangan tangan bisa mengindikasikan adanya cedera ligamen atau otot penyangga yang melemah.
Perubahan bentuk pada area cedera, nyeri tajam, kesemutan, mati rasa, hingga keterbatasan gerak juga menjadi alasan kuat untuk segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan profesional.
Nyeri yang berulang di lokasi yang sama sering kali menunjukkan cedera sebelumnya belum benar-benar pulih, sehingga sendi tetap berada dalam kondisi rentan.
Dalam situasi seperti ini, otot-otot di sekitar sendi belum cukup kuat untuk menopang beban dan aktivitas sehari-hari secara aman.
“Dengan istirahat, mungkin fisioterapi, atau menggunakan penyangga, kebanyakan orang akan sembuh dan tidak mengalami kekakuan atau sendi yang lemah,” kata Dr. Jha.
Ia mengingatkan bahwa rasa nyeri berkepanjangan dan ketidakstabilan sendi bukanlah kondisi normal yang seharusnya diabaikan.
Pemeriksaan sejak dini dinilai penting untuk mencegah cedera berkembang menjadi gangguan jangka panjang yang bisa menghambat aktivitas dan kualitas hidup.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 2Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 3Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 4Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 5Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 6CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 7Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 8Jokowi Akhirnya Buka Suara! Ijazah SMA Gibran Dipersoalkan MK, Begini Jawabannya
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC





