Banten

SIG Pasok Ratusan Ribu Ton Semen untuk Kilang Terbesar RI, RDMP Balikpapan Tancap Gas Perkuat Energi Nasional

Moehamad Dheny Permana | 25 Januari 2026, 13:41 WIB
SIG Pasok Ratusan Ribu Ton Semen untuk Kilang Terbesar RI, RDMP Balikpapan Tancap Gas Perkuat Energi Nasional

Akurat Banten - PT Semen Indonesia Persero Tbk atau SIG mengambil peran strategis dalam pembangunan Refinery Development Master Plan Balikpapan dengan memasok semen dalam jumlah besar untuk proyek kilang minyak terbesar dan paling modern di Indonesia.

Total pasokan yang disalurkan mencapai 115.609 ton semen, yang digunakan untuk mendukung proses peningkatan dan modernisasi kilang minyak eksisting di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Keterlibatan SIG menegaskan posisi perusahaan pelat merah tersebut sebagai salah satu penopang utama proyek infrastruktur energi berskala nasional yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyampaikan bahwa produk yang digunakan dalam proyek ini adalah semen tipe V DuPro+ HSR yang dirancang khusus untuk konstruksi di lingkungan ekstrem.

Menurut Vita, spesifikasi semen tersebut sangat dibutuhkan karena proyek RDMP Balikpapan menuntut material dengan daya tahan tinggi terhadap kondisi agresif dan beban berat.

Baca Juga: Satu Kilogram Lebih Ganja Gagal Beredar di Jakarta Utara Empat Orang Diciduk Polisi

“Keterlibatan dalam pembangunan RDMP juga merupakan bentuk dukungan terhadap Astacita Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi, serta melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi,” kata Vita.

RDMP Balikpapan merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.

Kilang ini diproyeksikan mampu mengolah hingga sekitar 360 ribu barel minyak mentah per hari, menjadikannya fasilitas pengolahan minyak terbesar yang pernah dimiliki Indonesia.

Kapasitas tersebut setara dengan sekitar 22 hingga 25 persen kebutuhan nasional, sehingga berperan signifikan dalam menjaga pasokan energi dalam negeri.

Pengembangan kilang Balikpapan juga selaras dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pengolahan domestik dan penguatan industri hilir migas.

Proyek RDMP Balikpapan telah dimulai sejak 2019 dan mencakup pembangunan fasilitas penerimaan minyak mentah, unit pengolahan utama, hingga sistem pendukung rantai pasok energi.

Modernisasi kilang ini ditujukan untuk meningkatkan volume dan mutu bahan bakar minyak, sekaligus memenuhi standar lingkungan yang semakin ketat.

SIG menilai kontribusi material konstruksi yang andal menjadi kunci keberhasilan proyek-proyek energi yang berorientasi jangka panjang.

Vita menjelaskan bahwa semen yang dipasok SIG telah terbukti digunakan dalam berbagai proyek infrastruktur besar di sektor energi dan transportasi.

Beberapa proyek tersebut antara lain PLTU Karangkandri, PLTU Pacitan, PLTU Suralaya, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Adipala Cilacap, PLTU Indramayu, PLTGU Tenayan Riau, Dermaga Kalibaru, hingga Jembatan Youtefa di Papua.

Pemerintah sendiri menempatkan pembangunan dan pengembangan kilang minyak sebagai instrumen penting untuk menekan impor BBM yang selama ini membebani neraca perdagangan.

Dalam jangka menengah dan panjang, penguatan kapasitas kilang domestik diharapkan mampu meningkatkan ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.

Baca Juga: Pabrik Rahasia Tembakau Sintetis di Jakarta Barat Terbongkar, Omzet Miliaran Rupiah Terungkap

Presiden Prabowo Subianto saat peresmian RDMP Balikpapan menyatakan harapannya agar ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak dapat terus ditekan.

RDMP Balikpapan memiliki nilai investasi mencapai sekitar Rp123 triliun, menjadikannya salah satu proyek energi terbesar yang pernah digarap di Tanah Air.

Selain meningkatkan kapasitas pengolahan minyak, proyek ini juga diarahkan untuk menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.

Keberadaan RDMP Balikpapan diharapkan mampu mendorong hilirisasi industri petrokimia sekaligus memperkuat fondasi kemandirian energi nasional di masa depan.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.