Banten

Ammar Zoni Dipindah ke Sel 'Super Maksimum' Nusakambangan: Strategi Keamanan dan Pembinaan Ketat Pasca Dugaan Narkoba di Rutan

Saeful Anwar | 16 Oktober 2025, 17:24 WIB
Ammar Zoni Dipindah ke Sel 'Super Maksimum' Nusakambangan: Strategi Keamanan dan Pembinaan Ketat Pasca Dugaan Narkoba di Rutan

 

AKURAT BANTEN - Pulau penjara Nusakambangan kembali menjadi sorotan setelah aktor papan atas, Ammar Zoni, resmi dipindahkan dan langsung menempati sel isolasi dengan pengamanan super maksimum di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Karanganyar.

Pemindahan mendadak dari Rutan Salemba, Jakarta, ini dilakukan menyusul dugaan Ammar Zoni terlibat dalam kasus peredaran narkoba di dalam rutan.

Kepala Lapas Karanganyar, Riko Purnama Candra, membenarkan kabar tersebut. "Langsung dimasukkan ke sel, one man one cell (satu orang satu sel)," tegasnya melalui pesan singkat, Kamis (16/10/2025).

Ammar Zoni tiba di 'Pulau Alcatraz' Indonesia pada Kamis pagi sekitar pukul 07.43 WIB. Ia tidak sendirian, melainkan bersama lima narapidana berisiko tinggi (high risk) lainnya yang juga dipindahkan dari Jakarta.

Baca Juga: JALAN BUTUT ITU HARAM!' Drama Viral Rieke Diah Pitaloka, Adukan Jalan Rusak Sukabumi ke Dedi Mulyadi, Ini Balasan Menohok 'Kang Dedi'

Supermaximum Security: Satu Sel, Satu Orang

Kepala Subdirektorat Kerja Sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Rika Aprianti, menjelaskan bahwa penempatan Ammar Zoni dan narapidana high risk lainnya di Lapas Karanganyar adalah bagian dari langkah strategis untuk menjaga keamanan dan menjamin proses pembinaan berjalan optimal.

"Penempatan di Lapas Karanganyar dilakukan dengan sistem one man one cell karena lapas tersebut masuk kategori supermaximum security (pengamanan super maksimum)," ungkap Rika.

Pengamanan super maksimum ini memiliki implikasi ketat, terutama bagi narapidana yang diduga dapat mengganggu ketertiban atau memiliki risiko tinggi mengulangi kejahatan, seperti dugaan keterlibatan Ammar Zoni dalam peredaran narkoba di rutan sebelumnya.

Baca Juga: TERUNGKAP! Alasan Andre Taulany 'Hilang Rasa Cinta' ke Erin Setelah 18 Tahun: Berawal dari Peristiwa Umrah dan Perlakuan Mertua!

Pembinaan Ketat di Balik Jeruji Super Maksimum

Meskipun ditempatkan di sel isolasi ketat, proses pembinaan dan pemenuhan hak dasar narapidana tetap berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Sebelum menempati sel, setiap narapidana harus melewati serangkaian tahapan:

  • Proses Administrasi
  • Pemeriksaan Kesehatan
  • Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan Makanan

 

Uniknya, bahkan dalam sistem isolasi one man one cell, aktivitas pembinaan kepribadian dan keagamaan tetap berlangsung.

"Kegiatan keagamaan dilakukan di ruang mereka masing-masing," kata Rika. "Setiap hari mereka diberikan waktu sekitar satu jam untuk keluar sel, misalnya untuk berolahraga ringan atau berangin-angin."

Lapas Karanganyar juga menyediakan pendamping dan konsultan pembinaan yang memantau kondisi dan perilaku warga binaan secara berkala. Pembinaan ini fokus pada perubahan perilaku positif yang dilakukan di dalam sel masing-masing.

Baca Juga: KPK 'Turun Gunung': Bedah Total Program Makan Gratis Prabowo, Bongkar Celah Rawan Korupsi, Ini Temuan Sementaranya.

Mekanisme Penurunan Level Pengamanan: Ada Harapan, Tapi Terukur

Sistem penempatan ini dirancang tidak hanya untuk kepentingan keamanan, tetapi juga sebagai strategi pembinaan yang terukur.

Rika menegaskan, setiap enam bulan sekali akan dilakukan asesmen (penilaian) menyeluruh terhadap narapidana untuk menilai perubahan perilaku mereka.

Jika hasil asesmen menunjukkan perubahan perilaku yang baik: Dimungkinkan adanya peninjauan kembali dan penurunan level pengamanan.

Jika belum menunjukkan perubahan: Mereka akan tetap ditempatkan di sel super maksimum Lapas Karanganyar.

"Prinsipnya, keamanan dan pembinaan berjalan seimbang. Kami berharap melalui sistem ini, mereka bisa berubah menjadi lebih baik," tutup Rika, menekankan bahwa Nusakambangan bukan hanya tempat hukuman, tetapi juga tempat pembinaan bagi narapidana berisiko tinggi.(**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman