Banten

Ponsel Pegawai Sudin Raib Dicopet Saat Abang None 2025, Aksi Terekam Kamera di TIM

Moehamad Dheny Permana | 29 September 2025, 14:43 WIB
Ponsel Pegawai Sudin Raib Dicopet Saat Abang None 2025, Aksi Terekam Kamera di TIM

Akurat Banten - Keramaian malam puncak Abang None Jakarta 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, mendadak diwarnai insiden pencopetan.

Dua pria tak dikenal kedapatan beraksi mencuri ponsel milik seorang pegawai Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Barat, Farhan Fauzan.

Kejadian itu berlangsung saat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno baru saja tiba di lokasi acara.

Suasana yang semula fokus pada kedatangan kedua pejabat daerah berubah menjadi heboh ketika rekaman aksi pencopetan tersebar luas di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan sweater hitam bertuliskan angka “77” mendekati korban yang tengah sibuk mengoperasikan kamera liputan.

Dengan cepat, pelaku merogoh ponsel dari saku korban tanpa disadari.

Tidak lama kemudian, ia menyerahkan hasil curian tersebut kepada rekannya yang berpenampilan lebih rapi dengan kemeja biru dan jaket hitam.

Pria kedua ini berpura-pura bertugas sebagai wartawan dengan cara merekam suasana, seakan tidak terjadi apa-apa.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan 24,6 Kg Sabu di Apartemen Pluit, Modusnya Bikin Geleng Kepala

Aksi yang begitu terencana ini pun membuat banyak pihak terkejut.

Kepala Seksi Industri Sudin Parekraf Jakarta Barat, Sanyoto, membenarkan peristiwa yang menimpa pegawainya.

“Iya benar, pegawai kami menjadi korban pencopetan. Videonya juga sudah ramai dibagikan sejak semalam,” ujar Sanyoto.

Ia menuturkan, Farhan saat itu memang tengah bertugas meliput jalannya acara resmi di Graha Budaya Bakti TIM.

Sanyoto juga menyampaikan bahwa korban akan membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian agar kasus ini bisa segera diusut.

“Dia akan melapor, supaya segera ditangani pihak berwenang,” tambahnya.

Kapolsek Menteng, Kompol Reza Rahandi, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu laporan masuk dari korban.

“Sejauh ini belum ada laporan. Nanti kami konfirmasi lagi ke penyidik,” ucap Reza.

Insiden pencopetan di tengah acara besar ini langsung menimbulkan keprihatinan publik.

Banyak yang menyoroti lemahnya pengamanan, mengingat acara tersebut dihadiri oleh pejabat penting daerah.

Pengamat keamanan menilai kasus ini menunjukkan betapa pencopet selalu memanfaatkan celah di tengah keramaian, bahkan ketika acara memiliki protokol resmi.

Mereka menyarankan agar panitia dan aparat lebih sigap mengantisipasi aksi kriminal semacam ini di acara besar berikutnya.

Baca Juga: BCA Mobile dan MyBCA Gangguan Sesaat, Begini Kondisi Terbaru dan Imbauan Penting bagi Nasabah

Hingga kini, identitas kedua pelaku masih belum diketahui.

Namun, rekaman video yang jelas memperlihatkan wajah dan gerak-gerik mereka diharapkan bisa membantu polisi dalam melakukan pelacakan.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat berada di tengah kerumunan.

Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa aksi kejahatan bisa muncul kapan saja, bahkan di acara budaya yang mestinya penuh kegembiraan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.