Banten

Indonesia Hadapi Maraton Diplomasi, 200 Pertemuan Bilateral Digelar di Sidang Umum PBB

Moehamad Dheny Permana | 22 September 2025, 04:52 WIB
Indonesia Hadapi Maraton Diplomasi, 200 Pertemuan Bilateral Digelar di Sidang Umum PBB

Akurat Banten - Delegasi Indonesia tengah menghadapi agenda super padat dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Amerika Serikat, dengan ratusan pertemuan bilateral dan forum internasional yang berlangsung selama sepekan penuh.

Direktur Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Tri Tharyat, menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia menerima lebih dari 250 undangan pertemuan dari berbagai negara dan organisasi internasional.

“Dari total undangan yang masuk, sekitar 200 pertemuan dipastikan bisa dihadiri setelah dilakukan seleksi dengan mempertimbangkan prioritas dan efektivitas,” ujar Tri.

Ia menambahkan, sejumlah menteri turut bergabung dalam misi diplomasi ini, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.

Selain itu, hadir pula Menteri Hukum dan HAM serta Menteri Kesehatan yang memiliki agenda diskusi di berbagai forum global.

Baca Juga: UMKM Naik Kelas! Pertamina Luncurkan Fitur Belanja Digital untuk Produk Lokal Berkualitas

“Para menteri kita tidak hanya hadir di forum utama, tetapi juga menjadi pembicara di sejumlah acara sampingan, termasuk yang diinisiasi bersama mitra internasional,” imbuh Tri.

Pertemuan-pertemuan yang diikuti Indonesia mencakup topik yang sangat luas, mulai dari isu bisnis, investasi, ketahanan pangan, perubahan iklim, kesehatan global, hingga keamanan internasional.

Agenda tersebut tidak hanya berlangsung di markas besar PBB, tetapi juga tersebar di sejumlah lokasi strategis di New York.

Kementerian Luar Negeri menyebutkan, tingginya jumlah undangan yang diterima menunjukkan besarnya kepercayaan internasional terhadap posisi Indonesia.

Tri menegaskan bahwa diplomasi kali ini bukan sekadar simbol kehadiran, melainkan upaya nyata untuk memperkuat peran Indonesia dalam percaturan global.

Sementara itu, dari sisi partisipasi, Sidang Umum PBB tahun ini mencatat kehadiran 145 negara anggota.

Dari jumlah tersebut, 137 negara diwakili langsung oleh kepala negara atau kepala pemerintahan, 5 negara mengirimkan wakil presiden, 3 negara diwakili wakil perdana menteri, sementara sisanya menghadirkan perwakilan setingkat menteri.

Presiden Prabowo Subianto sendiri telah tiba di New York usai menyelesaikan kunjungan kerja di Osaka, Jepang.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Impor BBM untuk Swasta Tak Ganggu Harga, Fokus Utama Tetap Jaga Stabilitas Energi Nasional

Pesawat kepresidenan mendarat di Bandara Internasional John F Kennedy sekitar pukul 16.50 waktu setempat.

Dalam agenda resminya, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum PBB.

Menariknya, Indonesia mendapat kesempatan berbicara pada urutan ketiga setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kehadiran Presiden Prabowo bersama delegasi besar ini dianggap sebagai momentum penting bagi Indonesia untuk menegaskan sikap politik luar negeri yang bebas aktif sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional di panggung dunia.

“Ini bukan hanya tentang jumlah pertemuan, tetapi bagaimana Indonesia bisa memanfaatkan setiap ruang diskusi untuk membawa isu-isu strategis yang relevan, baik di tingkat regional maupun global,” kata Tri.

Dengan maraton diplomasi ini, Indonesia berharap bisa memperkuat jejaring kerja sama internasional sekaligus mengukuhkan peran sentralnya dalam menyuarakan kepentingan negara berkembang di forum global.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.