Banten

Selain Bantuan Logistik, Polri Utamakan Pemulihan Mental Korban Banjir di Bali

Moehamad Dheny Permana | 12 September 2025, 04:20 WIB
Selain Bantuan Logistik, Polri Utamakan Pemulihan Mental Korban Banjir di Bali

Akurat Banten - Polri menegaskan bahwa penanganan bencana di Bali tidak berhenti pada evakuasi semata, melainkan juga menyentuh pemulihan kondisi warga yang masih terguncang akibat banjir dan longsor.

Bersama berbagai lembaga, kepolisian mendirikan posko darurat, menyalurkan bantuan logistik, dan meluncurkan program trauma healing yang difokuskan pada anak-anak serta keluarga yang kehilangan anggota.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menyebut bahwa kehadiran Polri tidak sekadar mengurus kebutuhan fisik, melainkan juga mental warga.

“Kami hadir untuk mendampingi masyarakat, bukan hanya dalam bentuk bantuan logistik, tetapi juga membantu mereka bangkit dari sisi psikologis,” kata Daniel.

Ia menegaskan bahwa trauma healing sangat penting karena bencana alam selalu meninggalkan luka batin yang bisa berlarut-larut bila tidak segera ditangani.

Tim psikolog Polri diterjunkan ke lokasi pengungsian untuk membantu para korban mengatasi rasa takut, cemas, hingga stres akibat bencana yang menimpa rumah mereka.

Program pendampingan ini dipastikan berjalan berkelanjutan hingga kondisi masyarakat dinilai cukup stabil untuk kembali beraktivitas normal.

Kehadiran aparat keamanan dalam situasi krisis, lanjut Daniel, diharapkan memberikan rasa aman sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan sosial warga Bali.

Di sisi lain, sinergi antara Polri, BNPB, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat disebut menjadi kunci keberhasilan pemulihan pasca bencana.

Baca Juga: Dana Rp425 Triliun Bakal 'Turun Gunung'! Ini Strategi Berani Presiden Prabowo untuk Gerakkan Ekonomi Rakyat

“Kami percaya, dengan kerja bersama, warga terdampak bisa segera bangkit dan kembali menata kehidupan mereka,” ucapnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sendiri mencatat korban meninggal dunia akibat banjir di enam kabupaten dan kota di Bali mencapai sembilan orang.

Selain itu, dua orang dilaporkan masih hilang, sementara 202 kepala keluarga atau 620 jiwa terdampak langsung.

“Data ini hasil kaji cepat penanganan darurat yang kami terima hingga pukul 18.45 WIB,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Wilayah yang terdampak banjir meliputi Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Klungkung, Jembrana, Badung, dan Tabanan.

Selain kerugian materiil, kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum dan akses jalan, sehingga bantuan harus didistribusikan dengan strategi khusus.

Meskipun situasi perlahan terkendali, warga masih menghadapi tantangan besar, mulai dari kebutuhan dasar hingga rasa kehilangan akibat bencana.

Baca Juga: TERKUAK! Mengejutkan: Hanya Karena Uang Rp750 Ribu, Pelaku Tega Habisi Satu Keluarga di Indramayu

Di sinilah peran trauma healing dinilai sangat vital agar masyarakat tidak hanya terbantu secara fisik, tetapi juga siap kembali menatap masa depan.

Dengan pendekatan menyeluruh, Polri bersama instansi terkait optimistis pemulihan di Bali bisa berlangsung lebih cepat dan menyentuh seluruh lapisan warga terdampak.

Langkah ini menjadi bukti bahwa penanganan bencana bukan hanya soal membangun kembali infrastruktur, melainkan juga mengembalikan senyum dan semangat hidup masyarakat yang sempat pudar.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.