Banten

Dampak Positif Program Rumah Subsidi, Maruarar Sirait Puji Langkah Cepat Presiden Prabowo

Moehamad Dheny Permana | 10 Agustus 2025, 12:33 WIB
Dampak Positif Program Rumah Subsidi, Maruarar Sirait Puji Langkah Cepat Presiden Prabowo

Akurat Banten - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait tak mampu menyembunyikan rasa haru ketika melihat secara langsung manfaat program rumah subsidi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Kunjungan kerjanya ke Kota Serang, Banten, pada Sabtu, menjadi momentum penting untuk menyaksikan dampak nyata program tersebut bagi masyarakat.

“Saya bahagia ya lihat situasi di sini, dan tadi luar biasa ya, ibu dagang warteg, bapak dagang bakso sama bubur ayam,” ungkap Maruarar.

Menurutnya, program rumah subsidi ini tak hanya membantu masyarakat memiliki hunian layak, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian di tingkat akar rumput.

Kehadiran Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BPPBT) gratis dan Bantuan Biaya Ganti Rugi (BBG) gratis menjadi bukti konkret bahwa kebijakan ini berpihak pada rakyat kecil.

Maruarar pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang sigap menindaklanjuti kebijakan tersebut.

Baca Juga: Prajurit TNI AD Meninggal di NTT, 24 Orang Diperiksa Terkait Dugaan Penganiayaan

“Terimakasih saya sampaikan kepada Wali Kota, sudah dijalankan Peraturan Kepala Daerah (Perkada)-nya. Bagus, semua mendukung pengembangannya juga,” tuturnya.

Di tengah kunjungannya, Maruarar juga menyoroti target pembangunan rumah subsidi pada tahun ini yang mencapai angka fantastis yaitu 350 ribu unit.

Angka tersebut, menurutnya, merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Target tahun ini 350 ribu, terbesar sepanjang sejarah. Rata-rata sebelumnya 220 ribu, tahun ini Pak Prabowo langsung tancap gas 350 ribu,” tegasnya.

Dengan target ambisius ini, ia optimistis akan tercipta lapangan kerja dalam jumlah besar di berbagai daerah.

Bahkan, ia memaparkan bahwa pembangunan 100 unit rumah saja sudah mampu membuka kesempatan kerja yang signifikan.

 “Kalau langsung bangun 100 unit, bisa buka lapangan pekerjaan cukup banyak ya. Tiga bulan kita bisa bangun 100-200 unit selesai,” jelasnya.

Tak hanya menyentuh sektor perumahan, Maruarar menilai program ini memberikan efek berganda (multiplier effect) yang luas bagi perekonomian.

Mulai dari terbukanya peluang usaha baru seperti warung makan, kios kelontong, hingga industri pendukung seperti semen, pasir, kaca, toko bangunan, dan jasa transportasi.

Fenomena ini, kata Maruarar, menunjukkan bahwa pembangunan rumah subsidi memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai ekonomi domestik.

Baca Juga: Pencuri Motor di Jakarta Barat Tewas Dihajar Massa Setelah Melarikan Diri dengan Senjata Api

“Setiap rumah yang dibangun berarti memberi kehidupan bagi banyak sektor, bukan hanya bagi pemilik rumahnya,” katanya.

Program ini, lanjutnya, diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus solusi bagi permasalahan backlog perumahan di Indonesia.

Dengan komitmen pemerintah pusat dan dukungan penuh pemerintah daerah, Maruarar optimistis target besar tersebut dapat tercapai.

Bagi masyarakat, rumah subsidi bukan sekadar bangunan untuk berteduh, tetapi simbol harapan dan awal kehidupan baru.

“Yang kita bangun bukan hanya rumah, tapi masa depan keluarga Indonesia,” pungkas Maruarar.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.