Banten

Pasar Modal Makin Bergairah, Ratusan Perusahaan Siap Ramaikan Bursa

Moehamad Dheny Permana | 21 Juli 2025, 11:35 WIB
Pasar Modal Makin Bergairah, Ratusan Perusahaan Siap Ramaikan Bursa

Akurat Banten - Antusiasme pelaku usaha untuk masuk ke pasar modal Indonesia semakin meningkat.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tren yang menggembirakan menjelang paruh kedua tahun 2025.

Banyak perusahaan besar maupun menengah tengah bersiap melantai di bursa melalui proses pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Dalam waktu dekat, terdapat lima perusahaan yang tengah mengantre dalam pipeline IPO.

Dari jumlah tersebut, empat perusahaan memiliki aset jumbo di atas Rp250 miliar.

Sementara satu lainnya berada dalam kategori aset menengah dengan kisaran Rp50 hingga Rp250 miliar.

Baca Juga: Skandal Beras Oplosan: Saat Warga Beli Premium, Tapi Dapat Medium

Data ini menjadi sinyal kuat bahwa korporasi nasional mulai memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa hingga 18 Juli 2025, sudah ada 22 perusahaan yang sukses mencatatkan saham di BEI.

"Sampai 18 Juli 2025, telah tercatat 22 perusahaan yang mencatatkan saham (IPO) di BEI dengan dana dihimpun mencapai Rp10,39 triliun," ujarnya.

Jika dilihat dari sektor usahanya, calon emiten ini cukup bervariasi. Dua berasal dari sektor barang baku, satu dari sektor energi, satu dari sektor keuangan, dan satu lagi dari sektor transportasi dan logistik.

Keberagaman sektor ini menunjukkan bahwa minat IPO bukan hanya datang dari industri tertentu, melainkan dari berbagai bidang usaha.

Baca Juga: Aksi Damai di Tengah Kota: Ketegasan Polisi dan Suara Ojol untuk Keadilan Tarif

Tak hanya IPO, instrumen investasi lainnya juga mencatat perkembangan positif. Hingga pertengahan Juli 2025, pasar modal Indonesia telah menerbitkan 113 emisi dari 65 penerbit untuk Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), dengan dana terkumpul sebesar Rp129,2 triliun.

Saat ini, terdapat delapan emisi dari lima penerbit EBUS yang tengah berada dalam pipeline dan siap meluncur ke pasar dalam waktu dekat.

Sementara itu, aksi korporasi lainnya, yakni rights issue, juga mengalami pergerakan yang signifikan.

Tercatat sebanyak 10 perusahaan telah melakukan rights issue senilai total Rp9,51 triliun.

Empat perusahaan lainnya kini tengah bersiap mengikuti langkah tersebut, yang mencakup sektor barang baku, transportasi & logistik, serta kesehatan.

BEI sendiri menargetkan ada 66 perusahaan yang akan IPO tahun ini.

Meski baru 22 yang berhasil melantai hingga Juli 2025, pihak bursa tetap optimistis target tersebut dapat tercapai.

“Kami melihat masih banyak perusahaan yang sedang memperbarui laporan keuangan semester I-2025. Setelah itu, mereka akan menyusun dokumen kelengkapan untuk diajukan ke OJK dan BEI,” kata Nyoman.

Baca Juga: Seorang Pria di Tangerang Ditangkap Polisi Usai Diduga Cabuli Keponakan di Bawah Umur dan Unggah Aksinya ke Medsos

Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan data dua tahun terakhir, biasanya terdapat 45 hingga 47 perusahaan yang mengajukan dokumen IPO setelah merampungkan laporan keuangan semester I.

Oleh karena itu, semester II tahun ini diprediksi akan menjadi periode yang sibuk dan produktif bagi BEI.

Dengan target 1.000 perusahaan tercatat di BEI pada akhir 2025, momentum ini menjadi krusial. Saat ini, jumlah perusahaan yang sudah tercatat mencapai 956.

Jika tren tetap positif, target ambisius tersebut bukan lagi mimpi belaka.

Bursa yang semakin hidup tentu akan membawa manfaat besar, baik bagi investor maupun perekonomian nasional secara keseluruhan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.