Harga BBM Masih Stabil Meski Iran dan Israel Memanas: Prasasti Center Ingatkan Potensi Risiko Fiskal

Akurat Banten - Konflik yang terus berkecamuk antara Iran dan Israel hingga saat ini belum memberikan dampak langsung terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Research Director Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti), Gundy Cahyadi, dalam konferensi pers peluncuran Prasasti Center di Jakarta.
Menurut Gundy, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia saat ini masih dalam kondisi relatif aman.
Harga minyak dunia yang cenderung rendah dalam tiga bulan terakhir memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjaga kestabilan harga BBM.
Namun, ia tetap mengingatkan bahwa kewaspadaan terhadap risiko fiskal perlu terus dijaga.
“Kalau kita telusuri 3 bulan terakhir, Indonesia mempunyai ruang fiskal yang sebenarnya cukup banyak karena harga minyak dunia itu relatif rendah. Namun, konflik di Timur Tengah yang bisa berkepanjangan tentu akan mempengaruhi pergerakan harga minyak dunia jika eskalasinya meningkat,” jelas Gundy.
Baca Juga: Skill yang Akan Tetap Dibutuhkan di Dunia Kerja, Apa Saja?
Seperti diketahui, ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas sejak 13 Juni lalu, ketika Israel meluncurkan serangan udara ke wilayah Iran yang menargetkan fasilitas militer dan nuklir.
Serangan tersebut menyebabkan sejumlah korban, termasuk komandan senior, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke wilayah Israel.
Ketegangan semakin meningkat saat Amerika Serikat ikut campur tangan dengan menggempur tiga fasilitas nuklir Iran yang berada di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Iran kemudian membalas dengan menyerang Pangkalan Udara Al Udeid milik AS di Qatar.
Namun, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata setelah hampir dua pekan bentrokan.
Situasi ini sedikit meredakan ketegangan geopolitik dan turut berdampak pada harga minyak dunia.
Gundy menjelaskan bahwa pada awal pekan ini harga minyak dunia kembali mengalami pelemahan.
Hal ini didorong oleh meredanya tensi konflik dan adanya sinyal kuat dari OPEC+ terkait potensi kenaikan produksi minyak.
Brent untuk kontrak Agustus tercatat turun 0,18 persen menjadi 67,65 dollar AS per barel, sementara WTI turun 0,55 persen ke level 65,16 dollar AS per barel.
Di sisi lain, Gundy juga menilai bahwa kondisi pasar keuangan Indonesia saat ini masih terkendali.
Tidak ada gejolak berarti pada nilai tukar rupiah maupun kepercayaan investor asing terhadap pasar obligasi Indonesia.
Baca Juga: Duka di Kali Wanggu: 402 Jiwa di Kendari Terpaksa Mengungsi Akibat Banjir Besar
"Kita masih melihat adanya confidence dari investor asing di pasar obligasi. Ini sangat penting untuk stabilitas keuangan kita. Meskipun konflik masih berlanjut, sampai saat ini dampaknya masih bisa dikendalikan,” pungkasnya.
Meski demikian, Gundy menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terburuk.
Jika eskalasi konflik kembali meningkat dan harga minyak dunia melonjak tajam, Indonesia harus siap dengan strategi fiskal yang adaptif agar subsidi BBM tetap terkendali dan APBN tidak terganggu secara signifikan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 2Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 3Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 4Terungkap! Alasan Jokowi Gabung PSI Mulai Dibaca Pengamat, Ada Tujuan Besarnya Sinyal Politik untuk Kaesang dan Gibran Menuju 2029
- 5Data Desil Bermasalah, Warga Garut Meninggal di RSUD Dr. Slamet Tanpa Penanganan
- 6Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 7Pemilik Rumah Kontrakan Disebut Kena Pajak Baru 2027, Begini Fakta Sebenarnya dari Kemenkeu
- 8Wayne Rooney Minta Man City Dihukum Berat: “Turunkan Mereka ke Liga Terendah!”
- 9Wayne Rooney Minta Man City Dihukum Berat: “Turunkan Mereka ke Liga Terendah!”
- 10Bukan Cuma Soal Sponsor! Ini 4 Kesalahan Finansial Man City yang Kini Bisa Mengubah Nasib The Citizens









