Usai 12 Jam Diperiksa Kejagung, Nadiem Makarim Buka Suara soal Kasus Korupsi Laptop Rp9,9 Triliun: Janji Kooperatif!

AKURAT BANTEN – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, akhirnya buka suara setelah menjalani pemeriksaan maraton selama 12 jam di Kejaksaan Agung (Kejagung).
Ia diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai fantastis, Rp9,9 triliun.
Nadiem, yang terlihat mengenakan kemeja batik bernuansa cream dan celana biru tua, keluar dari Gedung Kejagung pada Senin (23/6/2025) malam. Meskipun lelah, ia memberikan pernyataan singkat kepada awak media.
"Saya akan terus bersikap kooperatif untuk membantu menjernihkan persoalan ini demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap transformasi pendidikan yang telah kita bangun bersama," kata Nadiem usai pemeriksaan.
Nadiem menjelaskan bahwa kehadirannya dalam pemeriksaan kali ini adalah sebagai warga negara yang patuh pada proses hukum.
Ia bahkan mengapresiasi Kejagung yang telah melaksanakan proses hukum dengan transparan dan menjunjung asas praduga tak bersalah.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Belakang SPBU Petukangan, 55 Petugas Damkar Dikerahkan Padamkan Api
"Dalam kapasitas saya sebagai saksi, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap jajaran aparat dari Kejaksaan yang telah menjalankan proses hukum ini dengan baik mengedepankan asas keadilan, transparansi dan asas praduga tidak bersalah," ujar Nadiem.
Setelah memberikan pernyataan, Nadiem pamit dan menyebut keluarganya sudah menunggu di rumah. "Terima kasih dan izinkan saya pulang karena keluarga saya telah menunggu," tutupnya singkat.
Kasus yang menyeret nama Nadiem Makarim ini adalah dugaan korupsi pengadaan laptop untuk digitalisasi pendidikan senilai Rp9,9 triliun di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun anggaran 2019-2022.
Baca Juga: Pemkab Lebak Melalui Dinas Perkim Bakal Bangun 50 RTLH pada Tahun 2025
Penyelidikan Kejagung terhadap kasus ini terus bergulir. Sebelumnya, penyidik juga telah memeriksa satu staf khusus dan konsultan Nadiem.
Hingga saat ini, belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini, dan Kejagung masih terus menghitung potensi kerugian negara yang ditimbulkan.
Nadiem Makarim, yang datang sekitar pukul 09.10 WIB pagi tadi didampingi tim kuasa hukumnya, tidak banyak bicara saat tiba.
Pengacaranya, Ricky Saragih, mengungkapkan bahwa tas jinjing hitam yang dibawa Nadiem berisi dokumen, makanan, dan obat pribadi untuk persiapan pemeriksaan panjang.
Pernyataan kooperatif dari Nadiem Makarim ini menjadi sinyal positif bagi proses penegakan hukum, di tengah upaya Kejagung untuk mengusut tuntas dugaan mega korupsi yang berkaitan dengan proyek penting digitalisasi pendidikan di Indonesia (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 4Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6Terungkap! Alasan Jokowi Gabung PSI Mulai Dibaca Pengamat, Ada Tujuan Besarnya Sinyal Politik untuk Kaesang dan Gibran Menuju 2029
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Data Desil Bermasalah, Warga Garut Meninggal di RSUD Dr. Slamet Tanpa Penanganan
- 9Bukan Cuma Soal Sponsor! Ini 4 Kesalahan Finansial Man City yang Kini Bisa Mengubah Nasib The Citizens
- 10Man City Dinyatakan Bersalah, Pochettino Singgung Era Penuh “Tipu Daya” di Premier League






