Banten

Viral Grup Facebook Soal Hubungan Sesama Jenis, Polisi Lamongan Turun Tangan

Andi Syafrani | 3 Juni 2025, 13:21 WIB
Viral Grup Facebook Soal Hubungan Sesama Jenis, Polisi Lamongan Turun Tangan

AKURAT BANTEN - Sebuah grup Facebook tertutup yang menyinggung relasi sesama jenis dengan nama “Tuban Lamongan Bojonegoro Sesama Jenis” tengah menjadi sorotan publik. Grup tersebut belakangan ramai diperbincangkan warganet setelah dibagikan oleh sebuah akun Instagram yang menyoroti isi percakapan para anggotanya.

Tak sedikit pengguna media sosial yang mengaku kaget, apalagi setelah diketahui bahwa grup itu telah berjalan cukup lama dan kini memiliki lebih dari 10 ribu anggota aktif.

Baca Juga: Kejar-kejaran di Tol Sidoarjo: Komplotan Pembobol Gudang Rokok Dilumpuhkan Polisi, Dua Orang Tewas Ditembak

Pihak Kepolisian Resor Lamongan pun tak tinggal diam. Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, memastikan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan awal terhadap aktivitas grup tersebut. Ia menyebut bahwa laporan dari masyarakat sudah diterima dan saat ini proses penelusuran masih berlangsung.

Baca Juga: Niat Puasa Tarwiyah Arafah Idul Adha Dibaca Jam Berapa? Inilah Keutamaannya yang Jarang Orang tahu

“Kami sudah mulai menindaklanjuti laporan masyarakat. Soal hasilnya, nanti akan kami sampaikan setelah prosesnya selesai,” ujar Agus saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Rizky Akbar Kurniadi, mengatakan bahwa pihaknya juga ikut mendalami struktur dan aktivitas di dalam grup tersebut.

Menurut Rizky, penyelidikan dilakukan secara bertahap dan belum bisa dibuka secara detail ke publik. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait grup serupa.

Baca Juga: Gatot Kies, Sosok Penuh Canda dan Tawa di Balik Harmoni Ungu, Berpulang Selamanya

“Kalau ada informasi dari masyarakat, sangat kami butuhkan. Jangan ragu untuk menyampaikan hal-hal yang bisa kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran sementara, grup ini sudah aktif selama kurang lebih tiga tahun. Grup tersebut berstatus tertutup dan hanya bisa diakses setelah mendapatkan persetujuan dari admin.

Menariknya, sebagian besar interaksi dalam grup dilakukan dengan memanfaatkan fitur anonim dari Facebook, sehingga identitas para pengguna sulit dilacak secara langsung.

Baca Juga: Idul Adha 2025: Prabowo Borong Sapi Kurban Hampir 1 Ton dari Subang, 3 Ekor Milik Dedi Mulyadi!

Fenomena ini menjadi ramai lantaran sejumlah tangkapan layar isi percakapan antaranggota mulai tersebar luas di media sosial. Beberapa unggahan menunjukkan adanya diskusi pribadi antaranggota dengan gaya bahasa yang terbuka, namun tetap dalam ruang tertutup. Inilah yang kemudian menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat digital.

Baca Juga: Truk Alami Rem Blong, Kecelakaan Beruntun Kembali Terjadi di Gerbang Tol Ciawi 2

Polisi sendiri belum menyebut adanya indikasi pelanggaran hukum dalam grup tersebut. Namun pengawasan terus dilakukan untuk memastikan bahwa aktivitas di dalamnya tidak mengarah pada tindakan ilegal, penyebaran konten terlarang, atau pelanggaran terhadap norma sosial dan hukum yang berlaku.

Langkah pencegahan ini dinilai penting mengingat dunia digital yang terus berkembang dengan dinamika baru setiap harinya.

Baca Juga: Siap Menuju Puncak Haji, 196 Ribu Jamaah Indonesia Akan Bergerak ke Arafah 4 Juni 2025

Keberadaan grup dengan topik relasi sesama jenis memang bukan hal baru di media sosial, namun tingginya jumlah anggota serta sifat tertutup dan anonim membuatnya jadi perhatian khusus.

Kepolisian menegaskan bahwa mereka tidak bertindak diskriminatif, tetapi lebih menekankan pada upaya menjaga ketertiban, mencegah potensi kejahatan digital, serta menampung keresahan masyarakat yang muncul akibat fenomena ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC