Banten

Siap Menuju Puncak Haji, 196 Ribu Jamaah Indonesia Akan Bergerak ke Arafah 4 Juni 2025

Moehamad Dheny Permana | 2 Juni 2025, 19:19 WIB
Siap Menuju Puncak Haji, 196 Ribu Jamaah Indonesia Akan Bergerak ke Arafah 4 Juni 2025

Akurat Banten - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengumumkan bahwa puncak pelaksanaan ibadah haji tahun 1446 Hijriah segera dimulai.

Sebanyak lebih dari 196 ribu jamaah calon haji Indonesia akan diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah pada 8 Dzulhijah 1446 H atau bertepatan dengan 4 Juni 2025.

Rangkaian ini menandai awal dari fase terpenting dalam prosesi haji: wukuf di Arafah.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyusun sejumlah skema mobilisasi untuk memastikan seluruh jamaah bisa menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan sesuai syariat.

"Kami terus memperkuat konsolidasi data serta menyusun skema pergerakan jamaah agar semuanya dapat diberangkatkan ke Arafah tanpa ada yang tertinggal, tercecer, atau terabaikan," ujar Hilman.

Baca Juga: 1.243 Calon Haji Ditunda Berangkat, Imigrasi Ungkap Modus Nonprosedural Cegah Penyalahgunaan Visa

Tiga Skema Mobilisasi Jamaah

Hilman menjelaskan bahwa terdapat tiga skema utama pergerakan jamaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna):

  • Skema Reguler: Ini adalah skema utama yang akan diikuti oleh sekitar 67% jamaah atau sekitar 136 ribu orang. Jamaah akan diberangkatkan dari Makkah ke Arafah, melaksanakan wukuf, kemudian bergerak ke Muzdalifah selepas Maghrib untuk mabit (bermalam), dan dilanjutkan menuju Mina untuk melanjutkan mabit hingga tanggal 12 atau 13 Dzulhijah.
  • Skema Murur: Dalam skema ini, jamaah tidak turun dari bus saat melewati Muzdalifah setelah wukuf di Arafah. Mereka langsung menuju Mina untuk menghindari kepadatan. Skema ini ditujukan untuk sekitar 33% jamaah atau sekitar 60 ribu orang.
  • Skema Tanazul: Skema ini diterapkan untuk sekitar 37 ribu jamaah yang tinggal di hotel sekitar Syisyah dan Raudhah. Mereka akan kembali ke hotel setelah melempar jumrah pada 10 Dzulhijah dan tidak kembali lagi ke tenda Mina. Mereka tetap akan menjalankan jumrah pada hari-hari tasyrik sesuai aturan.

Skema Murur dan Tanazul dipilih sebagai strategi untuk mengurai kepadatan, khususnya di Muzdalifah dan Mina. Pemerintah telah memastikan bahwa penerapan skema ini tetap sah secara syariat setelah melalui kajian mendalam.

Baca Juga: Menuju Indonesia Emas 2045: Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Sambikerep Surabaya

Untuk jamaah lanjut usia (lansia), disabilitas, atau yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), Kemenag memberlakukan Safari Wukuf Khusus.

Dalam skema ini, jamaah akan mendapatkan pendampingan medis dan bimbingan ibadah, serta fasilitas hotel transit demi menjamin keselamatan dan kenyamanan mereka dalam melaksanakan rukun haji.

Hilman menambahkan bahwa pergerakan dari Makkah ke Arafah akan dilaksanakan dalam tiga trip pada 4 Juni 2025.

Seluruh jamaah dipastikan sudah berada di Arafah pada 5 Juni 2025 (9 Dzulhijah) untuk mengikuti wukuf.

Baca Juga: BSD Secret Zoo, Wisata Satwa Unik Garapan Sinar Mas Land Bersama Jawa Timur Park Group Hadir Tahun Besok

Malam harinya, jamaah akan diberangkatkan ke Muzdalifah, dan dari sana menuju Mina menjelang Subuh menggunakan sistem transportasi taraddudi (bus bolak-balik).

Setelah menyelesaikan mabit di Mina dan melempar jumrah, jamaah yang memilih nafar awal dan nafar tsani akan dipulangkan kembali ke Makkah secara bertahap, sesuai kapasitas layanan dan kondisi lapangan.

Dengan persiapan matang dan koordinasi yang ketat, pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah haji 1446 H dapat berjalan lancar dan khusyuk, serta menjadi momen spiritual yang mendalam bagi setiap jamaah Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.