Akhir Perjalanan Sang Penjaga Puncak: Mbok Yem Pilih Pulang dan Beristirahat Selamanya

Akurat Banten - Setelah puluhan tahun menjadi ikon Gunung Lawu, Wakiyem, yang lebih dikenal sebagai Mbok Yem, akhirnya memutuskan untuk turun dari Hargo Dumilah dan kembali ke rumahnya di Dusun Dagung, Kecamatan Poncol, Magetan.
Sosok legendaris yang selama ini dikenal sebagai penjaga Warung Puncak Lawu itu memilih menghabiskan sisa usianya bersama keluarga.
Keputusan tersebut datang di tengah kondisi kesehatannya yang terus menurun menjelang Hari Raya Idulfitri 2025.
Baca Juga: Tangerang Jadi Titik Sentral di Banten, Presiden Rl Buka GTPS di 14 Provinsi
Sang cucu, Syaiful Bahri, mengungkapkan bahwa Mbok Yem sempat dirawat intensif di RSU Aisyiyah Ponorogo selama hampir tiga pekan akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.
"Setelah dirawat, kondisi Mbok Yem sempat menunjukkan perbaikan. Namun, beberapa hari setelah Lebaran, kesehatannya kembali melemah," tutur Syaiful.
Meski sempat membaik, kondisi almarhumah menurun drastis pada Rabu siang, 23 April 2025 dan beliau tutup usia sekitar pukul 2 siang.
Kabar kepergian Mbok Yem tentu menjadi duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tapi juga bagi para pendaki yang mengenalnya sebagai sosok hangat dan penuh semangat di puncak Lawu.
Baca Juga: Skandal Raksasa di Balik Tambang Kaltim: Dugaan Korupsi Rp 5 Triliun Terbongkar!
Syaiful juga menambahkan bahwa sebelum meninggal, Mbok Yem telah menyatakan keinginannya untuk tidak kembali naik gunung.
“Ia sudah bilang ingin istirahat, tidak ingin naik gunung lagi. Maunya tinggal di rumah bareng keluarga,” katanya.
Warung Puncak Lawu, yang telah menjadi tempat beristirahat dan bersandar ribuan pendaki dari berbagai penjuru, kini menanti masa depan baru.
Mengenai kelanjutan warung tersebut, keluarga besar masih dalam tahap pertimbangan dan belum membuat keputusan pasti.
Baca Juga: Libatkan Anggota DPRD Lebak, Mahasiswa Minta Keadilan Kajari Tuntaskan Dugaan Korupsi BLT DD
“Nanti kami bicarakan bersama keluarga besar. Sekarang fokus dulu untuk melepas kepergian beliau,” pungkas Syaiful.
Kepergian Mbok Yem menjadi penutup kisah perjalanan seorang penjaga puncak yang tak hanya menjual makanan, tapi juga kehangatan dan semangat kepada para penjelajah alam.
Kini, ia telah kembali ke rumahnya, tempat paling damai untuk beristirahat.
Selamat jalan, Mbok Yem. Terima kasih atas segala cerita dan kenangan di puncak Lawu.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'






