Banten

Starlink Ditinggalkan, Banyak yang Memutuskan untuk Memboikot Kerajaan Bisnis Elon Musk

Moehamad Dheny Permana | 19 Maret 2025, 09:35 WIB
Starlink Ditinggalkan, Banyak yang Memutuskan untuk Memboikot Kerajaan Bisnis Elon Musk

Akurat Banten - Gerakan boikot terhadap kerajaan bisnis Elon Musk semakin meluas, dan kini giliran Starlink yang menjadi sasaran protes.

Dikenal sebagai layanan internet satelit yang menghubungkan wilayah terpencil, Starlink kini menghadapi krisis pengikut yang kecewa dengan sikap politik sang pendiri, Elon Musk.

Beberapa pengguna melaporkan akan berhenti menggunakan layanan tersebut karena ketidaknyamanan terhadap peran Musk dalam politik AS, terutama dukungannya terhadap Donald Trump.

Baca Juga: China Makin Ganas, AS di Ambang Kekalahan Mutlak dalam Perlombaan Energi Fusi Nuklir

Starlink yang telah mendominasi pasar internet satelit kini mulai kehilangan daya tarik, terutama di Eropa.

Sejumlah pengguna yang sebelumnya bergantung pada Starlink untuk akses internet cepat di daerah terpencil mengungkapkan rasa frustrasi mereka.

Barry Nisbet, seorang pemain biola asal Skotlandia, menyebut bahwa penghormatan kontroversial Musk di acara pelantikan Trump menjadi titik balik bagi dirinya untuk meninggalkan Starlink.

Baca Juga: Hoax Sri Mulyani Mundur Jadi Kemenkeu, Tetap Lakukan Tugasnya dari Prabowo Usai Lebaran Nanti

Nisbet menambahkan bahwa monopoli bisnis Musk juga semakin membuatnya terganggu.

Di tengah gejolak ini, perusahaan layanan internet satelit Eutelsat asal Prancis melihat peluang.

Sejak ketegangan antara Musk dan pemerintah Ukraina terkait Starlink, nilai saham Eutelsat melonjak hingga 500%.

Baca Juga: Stroke: Bom Waktu yang Mengintai Semua Orang, Bukan Hanya Penderita Jantung!

Layanan ini kini dipandang sebagai alternatif bagi banyak pengguna yang ingin menggantikan Starlink, terutama di wilayah Ukraina yang terpengaruh oleh ketegangan geopolitik.

Di Inggris, Starlink banyak digunakan di daerah-daerah terpencil yang kesulitan mendapatkan akses internet cepat.

Meskipun banyak pengguna mengakui manfaat Starlink sebagai solusi sementara, ketidaknyamanan dengan sikap politik Musk membuat beberapa di antara mereka mempertimbangkan untuk beralih.

Baca Juga: China Makin Ganas, AS di Ambang Kekalahan Mutlak dalam Perlombaan Energi Fusi Nuklir

Richard Opie, seorang konsultan yang tinggal di Northumberland, mengungkapkan bahwa meski Starlink membantu akses internet di daerahnya selama pandemi, ia kini merasa ragu untuk terus berlangganan karena kedekatan Musk dengan Trump.

 "Saya merasa terjebak. Starlink adalah berkah bagi kami yang tinggal di area yang sulit dijangkau infrastruktur, namun saya tak nyaman dengan hubungan Musk dan Trump," kata Opie.

Selain itu, Mel Sayer, seorang pengguna lainnya, mengungkapkan penolakannya terhadap segala bentuk kontribusi finansial kepada Musk, terutama setelah kontroversi pose salute yang dilakukan Musk di acara pelantikan Trump.

Baca Juga: Banjir di Tangerang, Seorang Wanita Hanyut di Dalam Mobil

Menurut Sayer, meski Starlink memiliki manfaat besar, ia tidak ingin lagi mendukung perusahaan yang memiliki pemilik dengan pandangan politik yang bertentangan dengan nilai-nilai pribadinya.

 Dengan semakin banyaknya pengguna yang meninggalkan Starlink, industri internet satelit kini dihadapkan pada persaingan baru.

Viasat dari Inggris dikabarkan sedang melakukan pembicaraan dengan pemerintah Eropa untuk menggantikan Starlink, membuka peluang bagi perusahaan lain untuk meraih pasar yang sebelumnya dikuasai Musk.

Baca Juga: Kini Tak Perlu Kerja Berat! Ini 9 Penghasil Saldo Dana Gratis Dapat Ratusan Ribu Sehari, Begini Caranya

Saat ini, meskipun Starlink tetap menjadi pilihan utama bagi pengguna di daerah terpencil, opini negatif terhadap Musk semakin mempengaruhi reputasi perusahaannya, bahkan bisa merusak citra Starlink yang selama ini menjadi solusi teknologi penting bagi banyak wilayah.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.