Banten

Alasan DLH Kota Tangerang Terkait Sampah Semakin Banyak di Atas Trotoar

Noudhy Valdryno | 18 Januari 2024, 09:33 WIB
Alasan DLH Kota Tangerang Terkait Sampah Semakin Banyak di Atas Trotoar

AKURAT BANTEN - Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Iwan Syarifudin mengaku masih memiliki berbagai kendala dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

“Jadi soal sampah yang ada di trotoar Ciledug, pertama kita sudah konfirmasi petugas yang mengawasi di wilayah sana,” ujar Iwan dikonfirmasi Akurat Banten, Kamis (18/1/2024).

Iwan menyebutkan, pemandangan jajaran plastik berisi sampah yang kerap menghiasi di sejumlah trotoar tengah dan bahu jalan itu dikarenakan adanya kendala salah satu armada DLH saat pengangkutan sampah.

“Kalau sampah kan biasanya kita angkut tuh. Tapi mungkin itu bisa sampai rada siang mungkin karena ada trouble sedikit. Karena ada armada yang rusak. Satu armada,” akunya.

Selain itu, menurut Iwan, wilayah Kota Tangerang yang berbatasan dengan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) serta minimnya kesadaran masyarakat menambah keberadaan sampah semakin tak terkendali.

“Tapi karena masyarakat memang susah diberi edukasinya ya ditambah wilayah kita perbatasan dengan Tangsel,” ucapnya.

Masyarakat yang seenaknya buang sampah sembarangan, seakan tak menghiraukan dengan ancaman sanksi denda Rp 50 juta yang tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Tangerang Nomor : 660/8214-DLH/2023, tentang pengolahan sampah yang sebelumnya dikeluarkan oleh Arief R Wismansyah saat masa menjabat.

Sehingga pihaknya akan bekerjasama dengan berbagai stakeholder, untuk kembali rutin melakukan patroli pada malam hari.

“Kita akan lakukan patroli kembali penjagaan malam hari. Jadi mulai tadi malam dan selanjutnya untuk diterbitkan kembali. Karena pada tahun lalu, kita memergoki warga Tangsel juga yang buang sampah di trotoar Jalan Raden Saleh, Kecamatan Karang Tengah,” ungkap Iwan.

Namun, Iwan mengaku, untuk penyediaan tempat sampah merupakan tanggung jawab pemerintah wilayah setempat.

“Kalo tempat sampah kan urusan wilayah. Kalau kita pengangkutan. Kita sudah berusaha menggunakan amrol atau bak sampah, tapi ternyata Ciledug Lahannya sempit, jadi warga buang seenaknya aja di trotoar,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah trotoar tengah jalan dan bahu jalan yang berada di Kecamatan Ciledug telah beralih fungsi menjadi tempat sampah masyarakat.

Pemandangan sampah berserakan itu seakan telah menjadi hal yang biasa ketika melintas di Jalan protokol Jalan Hos Cokroaminoto dan Raden Fatah ketika pagi hari, saat jam beraktivitas masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.