Banten

Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!

Aullia Rachma Puteri | 10 Oktober 2026, 08:04 WIB
Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
ANIES BASWEDAN DITAWARI JADI MENTERI?

AKURAT BANTEN – Peluang tokoh yang pernah berseberangan dalam pemilihan presiden untuk bekerja bersama dalam pemerintahan kembali menjadi pembahasan.

Syahganda Nainggolan mendorong Anies Baswedan agar tidak langsung menolak apabila Presiden Prabowo Subianto suatu saat menawarkan jabatan di kabinet.

Syahganda menilai pengalaman dan kemampuan seseorang seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam menentukan posisi pemerintahan.

Menurut pandangannya, persaingan politik pada masa pemilu tidak semestinya menjadi penghalang bagi tokoh yang dinilai mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Baca Juga: Anies Baswedan Bakal Punya Kendaraan Politik Sendiri? Partai Gerakan Rakyat Siap Bidik Pilpres 2029

Ia secara khusus menyebut bidang pendidikan sebagai posisi yang cocok bagi Anies.

Penilaian itu disampaikannya dalam sebuah diskusi siniar yang tayang pada 23 September 2026, sebelum Syahganda dilantik menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah pada 2 Oktober 2026.

Bagi Syahganda, pengalaman Anies di dunia pendidikan dan pemerintahan merupakan hal yang dapat menjadi pertimbangan.

Namun, usulan tersebut masih berupa pendapat pribadi dan bukan pengumuman mengenai rencana perombakan kabinet atau penawaran jabatan dari presiden.

Baca Juga: Dulunya Rival Kini Anies Baswedan Ucap Ultah Prabowo hingga Berikan Doa Baik Ini Pada Sang Presiden

Syahganda menilai pola pikir bahwa pemenang pemilu berhak menguasai seluruh ruang pemerintahan perlu ditinjau kembali.

Ia berpendapat, pemerintahan dapat membuka kesempatan bagi figur di luar lingkaran pendukung utama apabila mereka memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan negara.

Sebagai contoh, ia menyinggung keputusan Prabowo untuk bergabung dalam pemerintahan Joko Widodo setelah keduanya bersaing dalam pemilihan presiden.

Prabowo kemudian dipercaya menjabat Menteri Pertahanan pada periode pemerintahan Jokowi.

Baca Juga: Indonesia Jual Pasir Laut ke Negara Tetangga, Anies Baswedan: Memangnya Toko Material?

Menurut Syahganda, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa rivalitas politik tidak harus menjadi penghalang bagi kerja sama.

Setelah pemilu berakhir, kepentingan pemerintahan dan kebutuhan masyarakat tetap dapat menjadi dasar untuk membangun hubungan politik yang baru.

Ia menilai pendekatan semacam itu berpotensi memperluas pilihan figur yang dapat membantu presiden menjalankan agenda pemerintahan.

Dengan mempertimbangkan kemampuan, pengalaman, dan kecocokan tugas, pemerintah tidak harus membatasi pencarian pejabat hanya pada kelompok yang sebelumnya mendukung pemenang pemilu.

Baca Juga: PDIP Batal Usung Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta 2024, Beralih ke Pramono-Rano

Gagasan Syahganda tidak hanya tertuju kepada Anies.

Ia juga menyebut Mahfud MD dan Ganjar Pranowo sebagai tokoh yang menurut penilaiannya dapat dipertimbangkan untuk berkontribusi dalam pemerintahan.

Ketiga nama tersebut memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda.

Karena itu, penilaian mengenai kecocokan mereka untuk menduduki jabatan tertentu tetap memerlukan pertimbangan lebih lanjut, termasuk kebutuhan kabinet dan keputusan Presiden Prabowo.

Baca Juga: Anies Baswedan Kehabisan Tiket dan Gagal Maju di Pilkada DKI Jakarta 2024

Syahganda berpandangan bahwa melibatkan tokoh dari berbagai latar belakang politik dapat menjadi salah satu cara memperkuat kapasitas pemerintahan.

Akan tetapi, kerja sama lintas kubu tetap perlu mempertimbangkan arah kebijakan pemerintah dan tanggung jawab yang akan dijalankan masing-masing pejabat.

Meski mengusulkan Anies masuk kabinet, pernyataan Syahganda tidak berarti Prabowo telah menawarkan posisi menteri kepada mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Belum ada kepastian bahwa tawaran itu benar-benar disampaikan ataupun bahwa Anies berminat menerima jabatan dalam pemerintahan.

Baca Juga: Ada Apa Dengan Cak Imin? Harlah PKB ke-26 Anies Baswedan Tidak Diundang!

Penentuan anggota kabinet merupakan kewenangan presiden yang mempertimbangkan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan.

Oleh sebab itu, usulan dari tokoh politik perlu dibedakan dari keputusan resmi yang telah diumumkan pemerintah.

Perbincangan ini sekaligus membuka ruang diskusi tentang hubungan antara pemerintah dan tokoh yang sebelumnya berada di kubu berbeda.

Apakah gagasan untuk merangkul Anies akan berkembang menjadi langkah politik nyata masih harus menunggu perkembangan berikutnya.

Baca Juga: Dianggap Turun Level dari Capres ke Cagub Pilkada 2024, Anies Baswedan: Ini adalah Amanah Besar!

Pada akhirnya, penilaian terhadap figur yang akan masuk kabinet tidak hanya berkaitan dengan rekam jejak politik, tetapi juga kemampuan menjalankan tugas.

Usulan Syahganda menempatkan kapasitas dan kepentingan publik sebagai pertimbangan, sementara keputusan mengenai komposisi kabinet tetap berada di tangan Presiden Prabowo.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.