KAM USNI Tolak Racun Politik Praktis di Lingkungan Kampus

AKURAT BANTEN - Dunia kampus yang harusnya steril dari kegiatan politik praktis, kini sedang diobok-obok demi kepentingan Pilpres 2024.
Akibatnya, gerakan mahasiswa kehilangan marwah independensinya.
Hal ini diungkapkan Dwi Aditia, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Universitas Satya Negara Indonesia (KAM USNI) Jakarta, dalam pernyataan sikapnya, kepada Akurat Banten, Senin (11/12/2023).
Baca Juga: Istri Raffi Ahmad Teriak-teriak di Mall Singapura, Dapat Sindiran Menohok Sarah Sechan!
Dijelakan, kegiatan politik praktis di lingkungan kampus, hanya menjadikan mahasiswa sebagai komoditas politik yang bisa diperdagangkan sesuai pesanan politikus busuk untuk kendaraan politiknya.
"Akibatnya, masyarakat yang dirugikan. Mereka kehilangan pegangan dan pijakan," katanya.
Menurutnya, mahasiswa yang selama ini mereka percaya sebagai agen perubahan dalam gerakan moral, telah menjadi kepanjangan tangan dari kekuasaan.
"Kegiatan politik praktis di lingkungan kampus adalah racun. Untuk itu, kami Kesatuan Aksi Mahasiswa Universitas Satya Negara Indonesia (KAM-USNI) menolak dengan tegas praktik politik praktis di lingkungan kampus," ungkapnya.
Baca Juga: Razia di Boulevard Bintaro, 68 Motor dan Anak di Bawah Umur Diamankan ke Polsek Pondok Aren
Dikatakan dia, mahasiswa harus kembali berpegang teguh pada Tridharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian kepada Masyarakat.
Untuk mengingatkan kembali Tridharma Perguruan Tinggi, berikut penjelasan yang dimaksud dengan pendidikan. Sebagai institusi pendidikan, perguruan tinggi bertugas mencerdaskan generasi bangsa.
Penelitian dan pengembangan bertujuan untuk memunculkan inovasi baru dan SDM yang unggul. Sedangkan pengabdian masyarakat adalah mengimplementasikan ilmu untuk kesejahteraan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti





