Banten

Tak Siap Hadapi Kritik? 4 Respon Kasar dari Prabowo dan Kabinetnya Menjawab Tuntutan Aksi Demo

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 24 Februari 2025, 12:52 WIB
Tak Siap Hadapi Kritik? 4 Respon Kasar dari Prabowo dan Kabinetnya Menjawab Tuntutan Aksi Demo

AKURAT BANTEN - Negara hobinya sliding sama rakyatnya sendiri dengan narasi-narasi yang dinilai mengecilkan bentuk kritik dari berbagai elemen masyarakat Indonesia, karena banyaknya kebijakan yang tidak pro rakyat.

Tentunya hal ini menimbulkan keresahan, karena berbagai tuntutan masyarakat melalui aksi demo, cenderung tidak didengar dan memberikan respon seperti mengejek dan dianggap tidak penting.

Terdapat 4 respon pemerintahan Prabowo Subianto terutama para kabinetnya yang dinilai sedang menunjukkan perlawanannya terhadap keinginan masyarakat, seperti:

Baca Juga: Kapan Tarawih Pertama 2025? Cek Jadwal Pelaksanaannya dan Jumlah Rakaat

1. Ramainya tagar "Kabur Aja Dulu" di media sosial (Medsos), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan seolah-olah mengejek atau melecehkan dengan mengatakan, masa harus dipedulikan.

"Hastag-hastag enggak apa-apa lah, masak hastag kami peduliin, (Dan kalau mau pergi) Ya silakan kalau perlu nggak usah balik lagi" kata Immanuel saat ditemui di Kementerian Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal, Jakarta Pusat, pada Senin, 17 Februari 2025.

2. Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi kritik terkait Danantara dengan menuturkan, kalau mau perfect ke surga aja, sementara sat mahasiswa tumpahruah diberbagai kota melakukan aksi demo "Indonesia Gelap" Ia malah merespon dengan kata-kata "Kaulah yang gelap bukan RI".

Baca Juga: Libur Sekolah Bulan Ramadhan 2025 Mulai Kapan? Yuk Cek Tanggalnya di Sini!

"Kalau ada yang bilang Indonesia gelap, yang gelap kau, bukan Indonesia," sebut Luhut pada acara The Ekonomic Insight 2025 di Jakarta pada, 19 Pebruari 2025 lalu.

3. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menanggapi terkait pelajar Papua lakukan aksi demo menolak Makan Bergiji Gratis (MBG), Ia mengeluarkan statemen "Nggak usah segitunya tinggal bilang kami enggak usah dikasih"

"Tapi, jangan sampai menghalangi hak saudara dan teman-teman mereka mendapatkan makan bergizi gratis. Kalau ada orang yang bilang mereka enggak perlu, mereka bisa sampaikan hal itu. Bisa bilang, kami enggak usah dikasih, enggak apa-apa," ungkap Hasan.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Paus dalam Kondisi Kritis, Dunia Berdoa

4. Parahnya, saat Ultah Gerindra, Presiden Prabowo mengkritik rakyat yang bilang kabinetnya gemuk, malah dijawab "Ndasmu" sebuah ungkapan kata-kata yang hanya pantas untuk binatang dan bukan untuk manusia.

Banyak yang menilai, ini bukan sekedar kata-kata kasar tapi merupakan bentuk ketidakdewasaan dalam menghadapi kritik yang harusnya dijadikan bahan introspeksi dari pemerintah.

Artinya, bukan cuma meremehkan kritik tapi juga usaha untuk memanipulasi persepsi publik, mereka berusaha membalikkan kenyataan dan mengarahkan agar masyarakat ragu terhadap masalah yang terjadi saat ini.

Baca Juga: Ramadhan 2025 Berapa Hijriah? Simak Tanggal Awal Bulan Puasa Tahun Ini

Lebih parahnya, bisa membuat masyarakat merasa bahwa kita yang salah, ini adalah cara pemerintah untuk menghindari tanggung jawab dan menjaga loyalitas politik dengan menciptakan ilusi bahwa mereka benar dan kuat meskipun kenyataannya mereka sedang menghindari kesalahan dan perbaikan.

Melihat reaksi pemerintah menghadapi kenyataan terkait perbedaan pendapat, seolah-olah mereka sedang menghadapi bahaya atau gangguan dan bukan masukan, suatu saat pengkritik akan dianggap musuh pemerintah dan bukan lagi fungsi kontrol. (*******)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.