Banten

Saksi Kunci Tragedi Memilukan Remaja Bunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus. Keterangannya Begini ...

Saeful Anwar | 5 Desember 2024, 10:15 WIB
Saksi Kunci Tragedi Memilukan Remaja Bunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus. Keterangannya Begini ...

 

AKURAT BANTEN–Tragedi yang memilukan terjadi usai remaja MAS (14) lakukan pembunuhan terhadap keluarga Di Perumahan Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11/2024).

Seorang ibu AP (40) sebagai saksi kunci yang harus merangkai kembali ingatan akan kejadian malam itu, ketika MAS (14) membunuh ayahnya, APW (40), dan neneknya, RM (69), dengan dingin.

Sementara ibunya, AP (40), nyaris berjuang mempertahankan diri dari kehilangan nyawa.

Kini, ibu MAS merupakan saksi kunci karena keterangannya dianggap vital untuk mengungkap dinamika keluarga yang mungkin tersembunyi di balik pintu rumah dua lantai itu.

Namun, hingga kini, AP belum dapat ditemui. Meski sudah sadar setelah sempat kritis, kondisinya masih belum stabil

Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) yang dilibatkan Polres Metro Jakarta Selatan berupaya menemui AP, ibu MAS, untuk mengetahui pemicu aksi brutal remaja itu.

"Kemarin kami minta yang sebetulnya paling kita tanya bisa padukan keterangan ibunya (dengan keterangan pelaku). 

Baca Juga: 4 Fakta Terbaru Kasus Anak Bunuh Ayah dan Neneknya di Jakarta Selatan, Setelah Rekaman CCTV Diamankan Polisi

Kondisi ibu MAS sebagai saksi kunci sampai saat ini masih belum stabil. Keterangannya akan menjadi kunci penting. Polisi dan tim psikolog berharap, dari kesaksiannya, mereka bisa memahami apa yang sebenarnya memicu tindakan keji ini.

"Dalam pemeriksaan MAS kemarin, keterangannya cuma begitu saja. Mengaku adanya bisikan, gelap mata gitu kan. Nah itu aja sih baru-baru seputaran itu aja, belum spesifik (untuk mengungkap motif)," kata Lia kepada wartawan, Rabu (4/12/2024)

Penyesalan yang diragukan Saat bertemu dengan MAS, Lia mengatakan, Komnas PA mengamati bahwa penyesalan yang diungkapkan oleh remaja itu terasa kosong.

"Dia bilang menyesal karena ayah dan neneknya sudah enggak ada. Tapi itu hanya sekadar ucapan," ungkap Lia. Pihak Komnas PA meminta agar tim psikolog memeriksa lebih dalam kondisi psikologis MAS.

"Kami minta dicek juga kejiwaannya, sejauh mana penyesalan itu benar-benar ada," tambah Lia.

Untuk diketahui, pada malam itu, AP harus berjuang menyelamatkan diri dari amukan anak kandungnya sendiri. Dengan luka tusuk dan tubuh bersimbah darah, AP melompat dari pagar rumah demi menghindari serangan MAS. Sementara ayah dan nenek MAS sudah tewas.

MAS melarikan diri dengan cara berjalan cepat dan membuang pisau di tengah perjalanan. Seorang petugas keamanan perumahan yang memanggil MAS melihat kejanggalan pada perilakunya dan menangkapnya (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman