Banten

Subsidi BBM akan Dipangkas untuk Program Makan Siang Gratis

Mitha Theana | 16 Februari 2024, 18:58 WIB
Subsidi BBM akan Dipangkas untuk Program Makan Siang Gratis

AKURAT BANTEN - Prabowo Subianto berencana memangkas subsidi BBM, untuk mewujudkan programnya makan siang gratis.

Dalam proposal kebijakannya pertamanya, seperti dilansir Bloomberg dari laman Kumparan, disebutkan bahwa pemangkasan itu dilakukan untuk mewujudkan program kerjanya makan siang gratis. 

"Prabowo menargetkan alokasi subsidi energi, untuk mendanai sebagian janji kampanye," kata laman itu, dikutip Jumat (16/2/2024).

Baca Juga: Pulang Antar Anak Sekolah, Aipda Wahyu Laksana Tewas Ditabrak Truk

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno tidak membantah adanya rencana tersebut.

Sebaliknya, dia mengatakan, saat ini Prabowo tengah berupaya mengkonsolidasikan kekuasaan untuk memajukan kebijakannya itu. 

"Pemerintahan Prabowo dapat menyesuaikan subsidi energi selama dua hingga tiga bulan ke depan, setelah mulai menjabat pada bulan Oktober 2024," sambung Eddy.

Menurutnya, total 80 persen dari Rp350 triliun yang dikeluarkan pemerintah untuk mensubsidi BBM dan LPG, jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat yang berpenghasilan menengah dan tinggi.

Baca Juga: Akui Tak Pernah Kampanye Saat Nyaleg tapi Perolehan Suara Melejit, Komeng: Kalo Saya Orasi, Emang Percaya?

Langkah ini juga untuk menutup celah dalam pengumpulan pajak dalam menghasilkan lebih banyak pendapatan.

Dia mencatat, penerimaan pajak Indonesia hanya setara 10 persen produk domestik bruto (PDB). Sedangkan negara lain di Asia Tenggara, memiliki rasio sebesar 14 persen.

"Reformasi pendapatan harus dilakukan untuk alokasi janji kampanye utama Prabowo, yakni menyediakan makan siang dan susu, kepada 80 juta anak sekolah di Indonesia," sambungnya.  

Baca Juga: 7 Obat Herbal Penghilang Depresi dan Stres, Cocok Dikonsumsi Setelah Pemilu

Selain itu, juga untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi perempuan dan pengusaha.

"Program ini diperkirakan akan menelan biaya lebih dari Rp400 triliun. Angka tersebut lebih besar dari seluruh defisit APBN tahun 2023 sebesar Rp347,6 triliun atau 1,65 persen dari PDB," pungkasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.