Banten

Tentara Israel Bom Gereja Ortodoks Yunani di Gaza saat Berlangsung Ibadah

Mitha Theana | 20 Oktober 2023, 13:43 WIB
Tentara Israel Bom Gereja Ortodoks Yunani di Gaza saat Berlangsung Ibadah

AKURAT BANTEN - Setelah rumah sakit, pasukan tentara Israel juga mengebom gereja Saint Porphyrius, di Jalan Omar Al-Mukhtar, Gaza. 

Saat pemboman terjadi, di dalam gereja itu terdapat 400 pengungsi umat Kristen dan Islam. Dua orang dilaporkan terbunuh dalam pemboman ini. 

Selain mengakibatkan korban tewas, serangan itu juga membuat puluhan orang lainnya terluka dan terkubur dalam reruntuhan. 

Baca juga: Kenali Jenis SIRIH INDONESIA dan Kegunaannya Bagi Tradisi dan Ritual Budaya

Seperti dilansir dari akun X Mitri Raheb @RahebM, dikatakan gereja Ortodoks Yunani di Gaza, menjadi serangan bom tentara Israel. 

"Israel mengebom sebuah rumah yang berbatasan dengan gereja Ortodoks Yunani di Gaza, yang merobohkan aula pertemuan tempat sekitar 50 umat Kristen mengungsi," katanya, dikutip Akurat Banten, Jumat (20/10/2023). 

Dikatakan, berdasarkan data sementara seorang anak terbunuh dan beberapa orang lainnya terluka. Semua korban beragama Kristen. 

"Setidaknya seorang anak terbunuh dan beberapa orang terluka, semuanya beragama Kristen. Banyak yang masih berada di bawah reruntuhan," sambungnya.

Baca juga: 3 SUKU di Indonesia, Pemilik Sihir Paling Mengerikan dan di Percaya Terkuat di Dunia

Sementara menurut حبیبہ @U_HRao1, lebih dari 400 orang berada di dalam gereja itu. Mereka berasal dari berbagai agama, termasuk Kristen dan Islam yang sedang mencari perlindungan. 

"Sayangnya, gereja tersebut dibom Israel, sehingga membahayakan nyawa orang-orang di dalamnya, termasuk orang-orang yang terluka dan hilang," ungkapnya. 

Sedangkan menurut Younis Tirawi | يونس @ytirawi, dalam serangan bom itu dua orang warga Palestina terbunuh di dalam gereja.

"Pengeboman terjadi saat salat, gereja dibom dengan empat rudal. 400 orang berada di dalam tempat itu," pungkasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.