ULAR LAUT Di Bima Menguasai Pulau Karang 800 M² Selama Ratusan Tahun
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 8 September 2023, 16:53 WIB

AKURAT BANTEN - Ada ratusan jenis ular yang ada di dunia, namun kali ini kita akan membahas tentang ular yang berkoloni di laut saja, Khususnya pulau yang lagi viral dan tayang di hampir semua media nasional dan ramai dibicarakan di medsos, pulau ini tidak dihuni oleh manusia namun segerombolan ular telah menguasai pulau ini selama ratusan tahun, Nama pulau ini adalah Pulau Ular berada di Bima Nusa Tenggara Barat.
Sebelum kita membahas pulau ini ada baiknya kita mengenal beberapa jenis ular laut yang ada di jagat raya ini agar pengetahuan kita bertambah dan bermanfaat :
1. Ular Laut Belcher
Ular laut Belcher/ular bergaris samar adalah spesies elapid yang terkenal karena bisanya yang sangat beracun. Belcher memiliki sifat yang relatif pemalu dan menghindari kontak dengan manusia.
2. Ular Laut Dubois
Ular laut Dubois dikenal sebagai ular laut karang juga spesies ular mematikan dari keluarga Elapidae. Endemik perairan pesisir Australia dan Asia Tenggara, Dubois adalah spesies yang sangat berbahaya yang memiliki kapasitas untuk melukai dan membunuh manusia dengan hanya satu gigitan.
3. Ular Laut Paruh
Ular laut berparuh atau ular berhidung kait, adalah spesies ular yang sangat berbisa dari keluarga Elapidae telah diklasifikasikan sebagai salah satu ular laut paling mematikan di dunia, Ular ini bertanggung jawab atas sejumlah gigitan dan kematian manusia setiap tahunnya.
4. Ular Laut Zaitun
Ular zaitun juga dikenal sebagai ular laut coklat-zaitun atau ular laut emas adalah spesies dari keluarga Elapidae, Sering ditemukan di perairan pesisir Samudra Hindia, Samudra Pasifik Barat, dan sebagian Australia Utara, ular laut zaitun adalah spesies yang sangat berbahaya paling beracun dari semua ular laut.
5. Ular Karang Hiasan
Ular karang hias adalah spesies ular berbisa tinggi dari famili Elapidae. Berada di perairan pesisir Australia Barat, Samudra Hindia, dan Pasifik Barat, ular karang berornamen adalah spesies yang sangat berbahaya namun cenderung pemalu yang terkenal karena tubuh mereka yang berat, penampilan silindris, dan sisik yang indah. Mereka dapat dengan mudah diidentifikasi dengan warna biru keabu-abuan, panjangnya mendekati 3,2 kaki pada saat dewasa serta sisik tubuh mereka yang tumpang tindih yang bisa secara efektif membantu dalam berenang.
"Rata-rata ular laut racunnya mengandung neurotoksin dan miotoksin yang sangat tinggi, dimana satu tetes racunnya dapat membunuh 1.800 orang dalam 30 menit. Jika terkena bisa ular ini dapat berakibat sangat fatal bahkan berakhir dengan kematian. Adapun gejala-gejala yang ditimbulkan adalah histeria, perdarahan tak terkendali, gagal ginjal, gagal jantung, hingga berhenti napas"
Di Bima NTB terdapat karang yang memiliki luas sekitar 800 meter persegi
koloni ular laut telah mendiami pulau ini selama ratusan tahun.
Mereka bergerombol dan bersembunyi di celah-celah batu karang.
Setelah diteliti berdasarkan bentuk dan perilakunya maka ular ular laut ini memiliki nama latin Laticauda colubrina, Ular ini termasuk semi akuatik dan beraktivitas di dalam air ketika mencari makanan. Hewan melata ini juga beraktivitas di darat (pesisir) ketika akan berganti kulit, istirahat, atau bereproduksi.
Awal dikenalnya pulau ular ini tahun 1990, kemudian mulai ramai di kunjungi oleh wisatawan lokal karena segera kabar pulau ular menyebar keseluruh masyarakat Bima, Mereka ingin melihat langsung dan memegang ular yang terkenal jinak itu.
Masyarakat sekitar pulau percaya kedatangan ular-ular ini dapat membawa keberkahan dan menjaga wilayah sekitarnya dan ketika mereka berkumpul masyarakat menganggap ular tersebut sedang menumpang istirahat sebelum ke laut untuk mencari makan.
Menurut versi cerita yang melegenda dan berkembang ditengah masyarakat dipercaya pulau ular tersebut berasal dari kapal Portugis yang datang membawa sejumlah pasukan armada laut untuk menjajah Kerajaan Bima namun naas kapal karam dan terbalik sementara Ular-ular di pulau tersebut diyakini jelmaan sejumlah awak kapal yang terperangkap.
Mitos atau Fakta?
Semua dikembalikan kepada seluruh pembaca, Artikel ini mencoba memberikan referensi agar di era modern penulis ingin mengajak untuk berpikir rasional bahwa :
- Ular Laut yang ada dipulau ini tidak menggigit dan cenderung jinak, Faktanya memang seperti itu.
- Ular laut yang kita ketahui sangat ganas dan memiliki bisa yang mematikan melebihi semua ular yang ada di darat Faktanya ilmu pengetahuan mampu menjawabnya.
- Mitos Pulau karang yang Luasnya 800 M² adalah Fosil kapal yang terbalik
atau cerita awak kapal yang menjelma menjadi ular laut, jawabannya harus melalui penelitian panjang oleh para Arkeolog.
Nah, Mulai mulai penasaran dengan tempat ini, OTW Yuuuu...!!!
Bagi yang ingin datang ke pulau ini dan ingin mencoba tantang baru, kami sarankan sebaiknya berangkat dari Kota Bima menggunakan transportasi darat dengan jarak tempuh 45 menit sudah sampai di bibir Pantai Oi Caba kemudian lanjut naik perahu selama 15 menit untuk sampai ke pulau ular. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Gibran? Prabowo Disebut Punya 4 Kandidat Cawapres, Ada Nama Mengejutkan
- 2Gugatan Ijazah Gibran di MK Mulai Terbaca, Alasan Ini Bisa Bikin Permohonan Kandas!
- 3Purbaya Dicopot Prabowo, 5 Isu Ini Diduga Jadi Biang Kerok Pergantian Menkeu, Ada yang Bikin Geger!
- 4Gibran Disorot Dino Patti Djalal Gegara Gugatan MK, Kalimat “Bela Diri” Ini Bikin Heboh!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Pramono Anung Buka Suara, 'Ada Pesan Penting untuk Pemerintah'
- 6Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Dokumen Pendidikan Gibran, Ada Keterangan yang Dipertanyakan
- 7Langit Malam 14 September Bikin Geger, Bulan dan Venus Ternyata Punya 'Pertunjukan' Khusus
- 8Purbaya Dicopot Prabowo, Isi Garasinya Bikin Kaget: Ada Mobil Miliaran Rupiah!
- 9Roy Suryo Minta Rp206 Juta, Hakim Cuma Beri Rp5 Juta! Responsnya Bikin Kaget
- 10Life Jacket Bertuliskan KM Samudera Pratama Ditemukan di Selat Sunda




