Banten

Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang dan Lukai 309, Keluarga yang Hendak Umrah Ikut Jadi Korban

Abdurahman | 12 Oktober 2026, 17:32 WIB
Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang dan Lukai 309, Keluarga yang Hendak Umrah Ikut Jadi Korban
Kepulan asap terlihat dari kejauhan di sekitar Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, setelah serangan. (Foto: Tangkapan layar Threads)

AKURAT BANTEN-Serangan mematikan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026), menyisakan duka mendalam.

Sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas dan 309 lainnya mengalami luka-luka setelah serangan menghantam fasilitas penerbangan yang menjadi salah satu pintu masuk penting bagi perjalanan internasional.

Di tengah tragedi tersebut, perhatian publik juga tertuju pada keselamatan warga asing yang berada di Arab Saudi, termasuk mereka yang hendak menunaikan ibadah umrah.

Laporan The Indian Express pada 12 Oktober 2026 menyebut seorang warga India bernama Mohammed Yousuf, 46 tahun, meninggal dunia dalam serangan tersebut saat sedang bepergian bersama keluarganya untuk menunaikan umrah. Istri dan ketiga anaknya dilaporkan turut mengalami luka-luka.

Kabar itu memperlihatkan bahwa dampak serangan tidak hanya dirasakan oleh pekerja dan penumpang bandara, tetapi juga keluarga yang tengah melakukan perjalanan untuk beribadah.

Meski demikian, belum ada data lengkap yang memastikan berapa banyak jamaah umrah dari berbagai negara yang menjadi korban. Informasi mengenai jamaah yang sedang berada di Makkah atau Madinah juga perlu dibedakan dari laporan mengenai penumpang yang terdampak di Riyadh.

Baca Juga: Terkenal Vokal, Ini Strategi Baru Abah Saiful Milah Usai Resmi Duduki Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang

12 Orang Tewas, 309 Lainnya Terluka

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi melaporkan 12 orang meninggal dunia akibat serangan di Bandara Internasional King Khalid. Sebanyak 309 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan sejumlah korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Korban meninggal dunia terdiri atas empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Para korban luka mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit. Sementara itu, otoritas terkait melakukan pemeriksaan untuk menilai kerusakan fasilitas bandara dan memastikan kondisi keamanan setelah serangan.

Besarnya jumlah korban membuat insiden ini menjadi salah satu serangan paling mematikan yang dialami Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade, berdasarkan laporan Reuters.

Di balik angka 12 korban meninggal dunia dan 309 orang terluka, ada keluarga yang kehilangan orang tercinta, penumpang yang berjuang untuk pulih, serta perjalanan yang mendadak berubah menjadi tragedi.

Baca Juga: Terkenal Vokal, Ini Strategi Baru Abah Saiful Milah Usai Resmi Duduki Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang

Keluarga yang Hendak Umrah Ikut Terdampak

Salah satu laporan yang menyita perhatian datang dari India. Mohammed Yousuf dilaporkan meninggal dunia ketika sedang melakukan perjalanan bersama keluarganya untuk menunaikan ibadah umrah.

Anggota keluarganya turut menjadi korban luka dan mendapatkan perawatan medis. Peristiwa ini menambah kekhawatiran terhadap keselamatan warga asing yang melakukan perjalanan melalui wilayah Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan.

Namun, informasi tersebut tidak serta-merta berarti jamaah yang sedang beribadah di Masjidil Haram, Makkah, atau Masjid Nabawi, Madinah, turut menjadi korban secara langsung.

Hingga informasi yang tersedia, belum ada rincian terverifikasi mengenai jumlah jamaah umrah Indonesia yang menjadi korban dalam serangan di Riyadh.

Kepastian mengenai identitas, kewarganegaraan, serta kondisi penumpang yang terdampak masih bergantung pada pembaruan resmi dari otoritas Arab Saudi, perwakilan diplomatik negara terkait, dan pihak maskapai.

Bagi keluarga yang memiliki kerabat sedang berada di Arab Saudi, informasi dari penyelenggara perjalanan umrah dan kanal resmi pemerintah menjadi rujukan penting untuk memastikan keselamatan mereka.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman