8 Komoditas Sudah Swasembada, Kementan Kini Bidik Bawang Putih dan Hortikultura pada 2027

AKURAT BANTEN - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan penguatan sejumlah komoditas strategis pada 2027 untuk menjaga capaian swasembada sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor.
Dari pagu anggaran sebesar Rp28,02 triliun yang telah disetujui Komisi IV DPR RI, sekitar Rp16,6 triliun akan diarahkan untuk penguatan padi, komoditas larangan dan pembatasan (lartas), hortikultura, serta hilirisasi sektor perkebunan dan peternakan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan, pembangunan pertanian dilakukan secara bertahap agar anggaran dan program pemerintah dapat difokuskan pada target yang lebih terukur.
Setelah delapan komoditas strategis mencapai swasembada, pemerintah akan mempertahankan capaian tersebut sambil mengalihkan perhatian pada komoditas yang masih membutuhkan penguatan, salah satunya bawang putih.
"Ini tidak bisa sekaligus. Jadi kita selesaikan satu-satu, nggak bisa sekaligus. Karena kalau kita anggaran ini dibagi rata itu biasanya tidak ada yang jadi," kata Mentan Amran usai Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9).
Baca Juga: BeZakat 2026 Dibuka hingga 7 September, Ada Beasiswa Kuliah untuk Keluarga Kurang Mampu
Delapan komoditas strategis yang telah mencapai swasembada terdiri atas beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Total produksi komoditas tersebut diperkirakan mencapai 72,91 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional berada di angka 68,22 juta ton.
Artinya, terdapat surplus produksi sekitar 4,69 juta ton.
Capaian tersebut menjadi dasar bagi Kementan untuk menjaga keberlanjutan swasembada sekaligus memperluas kemandirian pangan ke komoditas lain.
Oleh karena itu, perencanaan anggaran 2027 dibuat lebih fokus, baik untuk mempertahankan produksi komoditas yang telah surplus maupun meningkatkan produksi komoditas yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.
Baca Juga: 512 Santri Diduga Keracunan Menu MBG, BGN Suspend SPPG Kalitengah 30 Hari
Prioritas tersebut terlihat dalam rancangan kegiatan utama Kementan pada 2027.
Anggaran terbesar dialokasikan untuk komoditas padi sebesar Rp9,6 triliun.
Dana tersebut ditujukan untuk mendorong produktivitas hingga 10-12 ton per hektare.
Penguatan padi diharapkan dapat mempertahankan swasembada beras sekaligus meningkatkan efisiensi serta produktivitas petani.
Selanjutnya, Kementan menyiapkan anggaran Rp1,9 triliun untuk komoditas lartas yang mencakup jagung, kedelai, dan ubi kayu.
Baca Juga: Karhutla Sumsel Belum Usai, 11 Titik Api Terdeteksi dan 67,06 Hektare Lahan Masih Dipantau
Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat produksi domestik sehingga kebutuhan nasional terhadap ketiga komoditas itu tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar negeri.
Sektor hortikultura juga memperoleh perhatian melalui anggaran sekitar Rp2 triliun.
Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan bawang putih, cabai, bawang merah, hingga program Pekarangan Pangan Bergizi.
Untuk bawang putih, pemerintah menetapkan target produksi sebesar 40,63 ribu ton pada 2027.
Mentan Amran menyebut hortikultura akan menjadi salah satu sektor yang memperoleh perhatian lebih besar pada tahun depan.
Baca Juga: Gunung Sinabung Erupsi, Status Naik Jadi Siaga: Warga Diminta Waspada
Sebelumnya, pemerintah lebih banyak memberikan fokus terhadap sektor pangan, perkebunan, dan peternakan.
"Memang fokusnya kemarin adalah perkebunan, peternakan, pangan, ini positif semua. Ini tidak bisa sekaligus, tahun ini kita anggarkan dua kali lipat lebih. Itu untuk hortikultura tahun 2027," ujarnya.
Menurut Amran, pola pembangunan yang dilakukan secara bertahap mulai memperlihatkan hasil.
Perkembangan positif di sektor pangan, peternakan, dan perkebunan membuat pemerintah dapat menggeser sebagian perhatian pada komoditas yang masih menjadi pekerjaan rumah.
"Sekarang pangan alhamdulillah sudah swasembada beras, kemudian ayam bahkan surplus, bahkan harganya turun kemarin tetapi sekarang sudah di atas harga pembelian pemerintah. Kemudian perkebunan tadi naik melonjak tajam. Nah tinggal satu kan PR kita. Ini insya Allah satu-satu," ungkapnya.
Baca Juga: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus! Pemerintah Larang Operator Seluler Hapus Kuota Pelanggan
Upaya meningkatkan produksi hortikultura juga akan disertai dengan pembenahan infrastruktur pascapanen.
Kementan menilai peningkatan produksi perlu diimbangi dengan fasilitas penyimpanan agar melimpahnya pasokan ketika musim panen tidak menyebabkan harga komoditas jatuh di tingkat petani.
"Ini butuh solusi permanen, cold storage sayur-sayuran, cabai, bawang merah, apa segala macam," katanya.
Selain pangan dan hortikultura, Kementan menempatkan hilirisasi perkebunan sebagai salah satu prioritas dalam rancangan kegiatan 2027.
Sekitar Rp2,3 triliun disiapkan untuk pengembangan kelapa, kakao, kopi, pala, lada, dan tebu.
Baca Juga: Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk, Puluhan Orang Terjatuh
Program hilirisasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperbesar nilai tambah yang dapat dinikmati para pekebun.
Untuk hilirisasi peternakan, pemerintah menyiapkan sekitar Rp798 miliar.
Anggaran itu difokuskan pada pengembangan daging sapi dan kerbau, telur, serta susu.
Penguatan sektor hilir diharapkan mampu membentuk rantai produksi yang lebih terintegrasi, mulai dari peternak, proses pengolahan, hingga pemasaran.
Kementan juga mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk 2027.
Baca Juga: Gedung Hogwan Bumiayu Roboh Saat Anak-anak Tertidur, 3 Orang Meninggal
Tambahan tersebut akan digunakan untuk pengembangan sejumlah komoditas strategis perkebunan, yakni kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete.
Selain itu, terdapat dukungan traktor untuk menunjang pengembangan komoditas tebu.
Pengajuan tambahan anggaran itu menjadi bagian dari strategi mempercepat hilirisasi sekaligus meningkatkan produksi perkebunan.
Pemerintah ingin pengembangan komoditas tidak hanya berorientasi pada peningkatan luas lahan dan hasil produksi, tetapi juga dilanjutkan dengan pengolahan yang mampu menciptakan nilai tambah serta meningkatkan pendapatan pekebun.
Dalam Rapat Kerja tersebut, Komisi IV DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementan Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp28,02 triliun.
Baca Juga: Manchester United Menang 5-2 atas Ipswich, Michael Carrick Akhirnya Bisa Bernapas Lega
Komisi IV juga menyetujui usulan tambahan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk selanjutnya diajukan kepada Badan Anggaran DPR RI guna dilakukan sinkronisasi.
Alokasi anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga capaian swasembada agar tidak hanya bersifat sementara.
Dengan delapan komoditas strategis yang telah mencapai swasembada, Kementan akan mempertahankan momentum produksi sekaligus memperluas perhatian pada komoditas yang belum sepenuhnya mandiri.
Melalui strategi bertahap dan fokus tersebut, agenda pertanian Indonesia pada 2027 tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan volume produksi.
Pemerintah juga menargetkan terciptanya swasembada yang berkelanjutan, penguatan hilirisasi, serta peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian yang dapat dirasakan langsung oleh petani dan pekebun.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 4Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 5Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 6Wendi Cagur Bikin Geger! Akun Medsos Diduga Dibatasi Usai Suarakan Karhutla, 5 Figur Publik Ikut Disorot
- 7Kabar Terbaru MBG! Siswa Boleh Tambah Makan, Sistem Prasmanan Diuji di 10 Provinsi
- 8Disetujui Prabowo, Siswa Tak Bisa Otomatis Naik Kelas Mulai 2027/2028! Ini Aturan Barunya
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap




