Bukan Jenderal Biasa, Bagher Ghalibaf Jadi Sosok Kunci Iran yang Disebut Berhasil Memaksa AS Duduk di Meja Negosiasi

AKURAT BANTEN – Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap hubungan Iran dan Amerika Serikat, nama Mohammad Bagher Ghalibaf mencuat sebagai salah satu figur paling berpengaruh di Republik Islam Iran.
Politikus senior yang kini menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran itu disebut memainkan peran penting dalam berbagai langkah diplomasi yang dilakukan Teheran.
Bagher Ghalibaf memiliki perjalanan karier panjang yang dimulai dari dunia militer.
Ia bergabung dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) sejak usia muda dan ikut terlibat dalam berbagai operasi penting selama perang Iran-Irak pada dekade 1980-an.
Pengalaman tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki kedekatan kuat dengan struktur keamanan dan pertahanan negara.
Setelah meniti karier di lingkungan militer, Ghalibaf dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis.
Ia pernah menjabat sebagai komandan Angkatan Udara Garda Revolusi sebelum kemudian dipercaya memimpin Kepolisian Nasional Iran.
Di posisi itu, ia dikenal sebagai sosok yang mendorong modernisasi institusi kepolisian dan peningkatan pelayanan publik.
Baca Juga: Kabar Mengejutkan dari Iran, Sanksi Berpotensi Dicabut Keran Ekspor Minyak Kembali Dibuka
Karier politiknya semakin menanjak ketika ia terpilih menjadi Wali Kota Teheran.
Jabatan tersebut diembannya selama lebih dari satu dekade dan menjadi salah satu periode yang mengangkat popularitasnya di kalangan masyarakat Iran.
Selama memimpin ibu kota, Ghalibaf fokus pada pembangunan infrastruktur, transportasi publik, dan penataan kawasan perkotaan.
Pengaruhnya yang terus berkembang membuat Ghalibaf beberapa kali masuk dalam bursa calon presiden Iran.
Meski belum berhasil menduduki kursi presiden, ia tetap menjadi salah satu figur utama dalam kelompok politik konservatif yang memiliki pengaruh besar terhadap arah kebijakan negara.
Belakangan, nama Ghalibaf kembali menjadi sorotan setelah dipercaya memimpin berbagai pembicaraan penting yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.
Dalam sejumlah laporan internasional, ia disebut sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam proses diplomasi yang bertujuan meredakan ketegangan antara kedua negara.
Kepercayaan yang diberikan kepada Ghalibaf tidak lepas dari posisinya yang kuat di dalam struktur politik Iran.
Baca Juga: Bocoran Memorandum AS-Iran Ungkap Skema Investasi 300 Miliar Dolar, Trump Hadapi Risiko Politik Baru
Ia dinilai mampu menjembatani kepentingan berbagai kelompok di dalam negeri sekaligus menyampaikan posisi Iran dalam forum internasional secara efektif.
Selain dikenal sebagai negosiator ulung, Ghalibaf juga disebut memiliki hubungan dekat dengan lingkaran elite kekuasaan Iran.
Kedekatan tersebut membuatnya sering dipercaya menangani berbagai agenda strategis yang berkaitan dengan keamanan nasional maupun hubungan luar negeri.
Para pengamat menilai kombinasi pengalaman militer, kemampuan politik, dan jaringan yang luas menjadi modal utama Ghalibaf dalam menjalankan perannya.
Baca Juga: Rancangan Kesepakatan AS–Iran Berpotensi Membuka Akses Aset Bernilai Ratusan Miliar Dolar
Tidak sedikit yang menyebutnya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam menentukan arah masa depan Iran.
Di tengah dinamika politik dan keamanan kawasan Timur Tengah yang terus berubah, sosok Bagher Ghalibaf diperkirakan akan tetap memainkan peran penting.
Baik dalam urusan domestik maupun diplomasi internasional, namanya kini menjadi salah satu yang paling diperhitungkan di panggung politik Iran.
Dengan rekam jejak panjang dan posisi strategis yang dimilikinya saat ini, Ghalibaf bukan hanya seorang pejabat tinggi negara, tetapi juga figur yang berpotensi menentukan arah kebijakan Iran pada tahun-tahun mendatang.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 4Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 5CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 6Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 7Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 8Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC








