Ukraina Bangun "Penguncian Logistik" Rusia, Drone AI Canggih Kini Bidik Kilang, Jembatan, dan Depot Bahan Bakar

AKURAT BANTEN - Ukraina terus meningkatkan tekanan terhadap Rusia melalui strategi perang drone yang kini tidak lagi hanya berfokus pada pertempuran di garis depan.
Negara itu dilaporkan membangun apa yang oleh sejumlah pengamat disebut sebagai "penguncian logistik" di wilayah-wilayah pendudukan Rusia dengan mengandalkan drone serang jarak menengah produksi dalam negeri.
Pendekatan terbaru ini menandai perubahan strategi militer Ukraina.
Jika sebelumnya serangan lebih banyak diarahkan untuk menghancurkan pasukan Rusia di medan tempur, kini fokus bergeser ke penghancuran jaringan logistik yang menopang operasi militer lawan.
Sasaran serangan mencakup kapal, jembatan, depot bahan bakar, lapangan udara, hingga kilang minyak yang menjadi bagian penting dari rantai pasokan Rusia.
Perkembangan tersebut juga menunjukkan transformasi perang drone dari sekadar alat pendukung taktis bagi pasukan darat menjadi bagian dari kampanye udara strategis.
Tujuannya tidak hanya mengganggu operasi militer, tetapi juga memberikan tekanan terhadap ekonomi perang Rusia secara lebih luas.
Untuk mendukung strategi itu, Ukraina mengembangkan generasi baru drone jarak menengah yang berada di antara drone komersial dan rudal jelajah konvensional.
Baca Juga: Harga BBM Pertamina Naik Hari Ini, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter
Beberapa contoh yang telah dikenal adalah Palianytsia dan Lyutyi.
Drone-drone tersebut mengusung teknologi yang beragam.
Sebagian menggunakan mesin turbojet, sementara lainnya mengandalkan sistem baling-baling berdaya jelajah tinggi yang lebih efisien.
Bergantung pada jenis platform yang digunakan, drone ini mampu menjangkau ratusan hingga ribuan kilometer dengan membawa muatan peledak yang dilaporkan mencapai 100 hingga 150 kilogram pada beberapa sistem.
Baca Juga: Imbal Hasil Obligasi Indonesia Sentuh Level Tertinggi 6 Tahun, Investor Global Mulai Kabur
Kemampuan tersebut membuat drone jarak menengah Ukraina semakin berperan sebagai senjata strategis, bukan lagi sekadar perlengkapan tempur di medan perang.
Di sisi lain, Ukraina juga harus menghadapi tantangan besar dari kemampuan peperangan elektronik Rusia.
Moskow telah menginvestasikan sumber daya besar untuk teknologi pengacauan GPS, pemalsuan sinyal, dan sistem electronic warfare (EW) yang dirancang untuk mengganggu operasi drone musuh.
Secara tradisional, ancaman peperangan elektronik semacam itu menjadi kendala serius bagi drone.
Baca Juga: BI Kehabisan Amunisi? Cadangan Devisa Indonesia Turun Drastis saat Rupiah Terpuruk
Ketika terkena gangguan, drone dapat kehilangan sinyal komunikasi, kehilangan kemampuan navigasi, hingga gagal mencapai target yang dituju.
Sebagai langkah antisipasi, Ukraina mengembangkan sistem panduan berlapis yang menggabungkan berbagai teknologi canggih, termasuk Sistem Navigasi Inersia (INS), penglihatan mesin berbasis kecerdasan buatan (AI), serta teknologi pencocokan medan.
Melalui sistem terbaru tersebut, drone dapat bernavigasi secara mandiri tanpa bergantung penuh pada sinyal eksternal.
Kamera akan aktif ketika mendekati sasaran, lalu AI membandingkan kondisi medan dan struktur di lokasi dengan peta yang telah tersimpan sebelumnya.
Dengan metode ini, sistem navigasi drone menjadi jauh lebih sulit untuk diinterferensi oleh perangkat peperangan elektronik Rusia saat menjalankan misi serangan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!








