Fakta Baru Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL Bekasi Timur, KNKT Ungkap Dugaan Fatal Ini

AKURAT BANTEN - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap dugaan gangguan sinyal serta lambatnya alur komunikasi antar-pengendali perjalanan kereta menjadi faktor yang turut memicu kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur.
Insiden yang terjadi pada 27 April itu menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono membeberkan sejumlah temuan awal investigasi saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5).
Menurut Soerjanto, salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam investigasi ialah terganggunya visibilitas sinyal bantu akibat cahaya dari area sekitar jalur rel yang terlalu terang.
Baca Juga: Dirut PT Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Usai Kebakaran Maut Tewaskan 22 Pekerja
"Yang pertama, sinyal bantu tadi yang terdistraksi dengan lampu-lampu sekitarnya. Kalau masinis bisa melihat sinyal bantu dengan baik, itu juga bisa membantu menghindari kecelakaan tersebut," ujar Soerjanto.
Ia menjelaskan masinis dan asisten masinis diduga tidak mampu melihat sinyal bantu secara optimal karena adanya gangguan pencahayaan di sekitar lintasan kereta.
Selain masalah sinyal, KNKT juga menemukan adanya keterlambatan komunikasi antar-petugas pengendali perjalanan kereta (PK) ketika kecelakaan berlangsung.
Soerjanto menerangkan laporan awal terkait temperan KRL dengan mobil taksi pertama kali diterima pengendali wilayah selatan.
Baca Juga: Pemerintah Lanjutkan WFH 1 Hari per Pekan, Konsumsi BBM Diklaim Turun
Sementara itu, perjalanan KA Argo Bromo Anggrek berada di bawah koordinasi pengendali wilayah timur.
Kondisi tersebut membuat informasi harus diteruskan melalui beberapa jalur komunikasi sebelum akhirnya sampai ke masinis KA Argo Bromo Anggrek.
"Nah, ini yang membikin jeda agak terlalu lama karena PK Selatan harus memberitahu kepada Chief, Chief memberitahu kepada PK Timur untuk mengontak masinisnya," terangnya.
KNKT juga mengungkap KA Argo Bromo Anggrek tetap melaju karena mendapatkan sinyal hijau, meskipun sebelumnya telah terjadi insiden KRL tertemper mobil taksi di perlintasan sebidang JPL 85 Bekasi Timur.
"Pukul 20.50.43, KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 beraspek hijau atau berwarna hijau," ujar Soerjanto.
Tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL kemudian terjadi sekitar pukul 20.52 WIB.
Soerjanto menjelaskan masinis sebenarnya telah mulai melakukan pengereman sekitar 1,3 kilometer sebelum titik tabrakan setelah menerima informasi mengenai temperan KRL dengan mobil taksi.
Namun, pengereman penuh tidak dilakukan karena masinis mendapat instruksi untuk mengurangi laju kereta secara bertahap sambil terus membunyikan semboyan 35 atau klakson.
"Karena dia tahunya di komunikasi dari pusat kendali, ‘ada temperan di JPL 85. Kamu berjalan direm dikit-dikit dan banyak-banyak semboyan 35,’ artinya banyak-banyak klakson," urai Soerjanto.
Berdasarkan hasil kajian awal KNKT, apabila pengereman maksimum dilakukan sejak awal, kereta diperkirakan membutuhkan jarak sekitar 900 meter hingga satu kilometer untuk berhenti total.
Meski begitu, KNKT menegaskan seluruh pemaparan tersebut masih sebatas data faktual awal investigasi dan belum menjadi kesimpulan final terkait penyebab utama kecelakaan.
"Pada presentasi saat ini kami hanya menyajikan data faktual, tidak terdapat analisis dan tidak ada kesimpulan terhadap penyebab terjadinya kecelakaan," tegas Soerjanto.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Gaji PNS Bakal Lewat Kopdes Merah Putih, Siapa yang Paling Diuntungkan?
- 4Waspada! Torasera Koperasi Merah Putih Disorot, Agus Sulistriyono Ingatkan Ancaman Calo dan Kongkalikong
- 5Gila! Lamine Yamal Lampaui Statistik Messi dan Ronaldo di Liga Champions, Angkanya Bikin Melongo
- 6Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 7Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 8Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap




