Sopir Taksi Green SM Jadi Tersangka Usai Tabrakan dengan KRL di Bekasi Timur, Polisi Ungkap Alasannya

AKURAT BANTEN - Kasus kecelakaan yang melibatkan kereta rel listrik (KRL) dengan sebuah taksi Green SM di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, kini memasuki tahap hukum setelah pihak kepolisian menetapkan pengemudi kendaraan tersebut sebagai tersangka.
Pengemudi taksi yang diketahui bernama Richard Rudolf itu dinilai memiliki unsur kelalaian yang menjadi faktor utama terjadinya insiden di perlintasan sebidang tersebut.
Kepastian mengenai status hukum Richard disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia, pada Kamis, 21 Mei 2026.
Baca Juga: Samsung dan Google Gegerkan Google I O 2026 dengan Kacamata AI Futuristis Bergaya Premium
Menurut Gefri, pengemudi dijerat menggunakan Pasal 310 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan atau LLAJ.
Dalam aturan tersebut, ancaman hukuman yang dapat dikenakan berupa pidana penjara maksimal enam bulan atau sanksi denda senilai Rp1 juta.
“Penyebab terjadinya laka lantas KRL vs taksi Green SM adalah karena lalainya pengemudi RRP,” kata Gefri.
Baca Juga: Detik-Detik Sebelum Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL Terungkap, KNKT Beberkan Instruksi dari Pusdal
Walaupun telah resmi menyandang status tersangka, Richard tidak ditahan selama proses hukum berjalan.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa perkara kecelakaan tersebut masuk dalam kategori tindak pidana ringan atau tipiring sehingga penanganannya memiliki mekanisme berbeda dibanding perkara pidana umum lainnya.
Gefri menjelaskan kasus ini nantinya diproses melalui sidang dengan hakim tunggal di pengadilan negeri, sementara penyidik kecelakaan lalu lintas bertindak sebagai pihak penuntut.
Baca Juga: Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata, Alexandra Eala dan Janice Tjen Bangkitkan Tenis Asia Tenggara
“Perkara laka lantas KRL green SM merupakan kategori perkara sumir/tipiring yang ditangani oleh hakim tunggal di PN dan penyidik laka lantas sebagai penuntut,” ujar dia.
Di sisi lain, polisi juga memastikan bahwa masinis KRL tidak dikenai proses pidana terkait kecelakaan tersebut.
Pertimbangan itu merujuk pada aturan dalam Undang-Undang Perkeretaapian yang mewajibkan pengguna jalan memberikan prioritas perjalanan kepada kereta api ketika melintas di perlintasan sebidang.
Baca Juga: Samsung dan Google Gegerkan Google I O 2026 dengan Kacamata AI Futuristis Bergaya Premium
Aturan tersebut menjadi dasar penyidik untuk menyimpulkan bahwa posisi hukum masinis tidak memenuhi unsur pidana dalam insiden ini.
Selama proses pendalaman perkara berlangsung, penyidik disebut telah meminta keterangan dari sejumlah pihak guna memperjelas kronologi serta penyebab kecelakaan.
Pemeriksaan dilakukan terhadap petugas penjaga palang rel, pengemudi taksi, masinis kereta, hingga tenaga ahli dari agen pemegang merek kendaraan atau ATPM.
Baca Juga: Samsung dan Google Gegerkan Google I O 2026 dengan Kacamata AI Futuristis Bergaya Premium
Langkah tersebut dilakukan agar penyidik memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi kendaraan, situasi lokasi kejadian, hingga faktor manusia yang mungkin memengaruhi kecelakaan.
Gefri mengatakan seluruh proses penyelidikan maupun penyidikan kini telah selesai dilakukan oleh kepolisian.
Tahapan berikutnya tinggal menunggu proses persidangan yang akan menentukan bentuk sanksi terhadap tersangka berdasarkan hasil penilaian hakim.
Baca Juga: Samsung dan Google Gegerkan Google I O 2026 dengan Kacamata AI Futuristis Bergaya Premium
“Keputusan hakim akan mendasarkan kepada penilaian hakim atas peristiwa terjadinya laka lantas, faktor penyebab, kondisi lingkungan di lokasi kejadian serta penilaian terhadap perilaku pengemudi sehingga diputuskan mendapat pidana atau denda,” tandas Gefri.
Putusan akhir nantinya akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi lingkungan di sekitar lokasi kecelakaan, penyebab utama insiden, hingga perilaku pengemudi saat kejadian berlangsung.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 2Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 3Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 4Denny Indrayana Soroti Sikap Megawati soal Gibran, PDIP Bakal Bergerak atau Pilih Diam?
- 5Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 6Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!
- 7Nasabah BTN Klaim Dana Rp17 Miliar Bermasalah, Setiap Rp1 Miliar Masuk Saldo Disebut Tersisa Rp100, Ada Apa?
- 8Miris! 21 Tahun Jadi Pemulung, Lansia Ini Tak Tahu Punya Uang Pensiun Rp1,1 Miliar
- 9Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!







