Cuaca Ekstrem di Riau Berubah Drastis, Puluhan Desa Kini Terendam Banjir

AKURAT BANTEN - Perubahan cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Riau harus mengalihkan fokus penanganan dari pemadaman kebakaran hutan menjadi evakuasi banjir menggunakan perahu karet.
Pada awal tahun 2026, BPBD di berbagai wilayah Riau masih berkonsentrasi menangani kebakaran hutan dan lahan akibat prediksi musim kemarau berkepanjangan.
Namun, hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir justru berhasil memadamkan sebagian besar titik api, sekaligus memicu banjir di puluhan desa dan kecamatan di tiga kabupaten.
Di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), luapan Sungai Kuantan menyebabkan banjir merendam 15 desa yang berada di Kecamatan Pangean, Kuantan Hilir Seberang, Kuantan Hilir, dan Inuman sejak 15 Mei.
Baca Juga: Menhan RI Buka Suara soal Akses Pesawat Militer AS, Ternyata Tidak Ada Komitmen Rahasia
Data BPBD Kuansing mencatat sebanyak 526 rumah terdampak genangan air dengan ketinggian berkisar antara 10 sentimeter hingga 30 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Kuansing, Yulizar, mengungkapkan bahwa wilayah terdampak paling parah berada di Kecamatan Inuman.
Sebanyak 263 rumah terendam di Desa Pulau Busuk, Pulau Sipan, Seberang Pulau Busuk, dan Pulau Busuk Jaya.
“Selain rumah-rumah, beberapa fasilitas umum seperti musholla (pondok doa), sekolah, pusat kesehatan masyarakat, dan kantor desa juga terendam banjir, sehingga mengganggu aktivitas di beberapa desa,” katanya pada 17 Mei.
Baca Juga: Subsidi BBM Indonesia Terancam Jebol, Ekonom Peringatkan Risiko Krisis Fiskal 2026
Ia menjelaskan bahwa banjir dipicu tingginya intensitas hujan di wilayah hulu Sungai Kuantan yang berada di provinsi tetangga, Sumatera Barat, selama beberapa hari terakhir.
“Ketinggian air masih berpotensi meningkat karena huan masih turun dan dapat menambah jumlah rumah yang terdampak banjir,” katanya.
Korban banjir kini mengalami kekurangan logistik, terutama bahan makanan, akibat lumpuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“BPBD Kuansing telah meminta pasokan makanan kepada BPBD Riau. Saya harap pasokan makanan dapat segera dikirim agar dapat kami distribusikan kepada warga yang terdampak banjir,” kata Yulizar.
Ia menambahkan, personel BPBD Kuansing bersama relawan penanggulangan bencana di tingkat kecamatan masih terus bersiaga memantau perkembangan kondisi banjir.
“Mereka juga mencatat kerugian... di lokasi-lokasi yang terkena dampak banjir,” kata Yulizar.
“Kami mengimbau warga, terutama mereka yang tinggal di sepanjang tepi sungai, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir yang berkelanjutan, khususnya jika curah hujan tetap tinggi,” katanya. “Prioritaskan keselamatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan segera laporkan jika terjadi keadaan darurat.”
Layanan darurat BPBD Kuansing dapat dihubungi melalui nomor 08117575755.
Sementara itu, di Kabupaten Indragiri Hulu, banjir merendam lebih dari 100 rumah serta sejumlah fasilitas umum seperti kantor kecamatan dan sekolah di Kecamatan Pematang Reba, Rengat Barat. Bencana tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur selama hampir tujuh jam pada 15 Mei.
Buruknya sistem drainase membuat air yang datang dari berbagai arah tidak mampu tertampung. Di sejumlah titik, genangan mencapai setinggi lutut atau sekitar 60 sentimeter.
Seorang warga bernama Mujiono mengatakan wilayah tersebut memang kerap dilanda banjir, namun kondisi kali ini menjadi yang terparah dalam lima tahun terakhir.
“Kondisinya sangat menyedihkan. Kecamatan Pematang Reba adalah pusat administrasi Kabupaten Indragiri Hulu, tetapi tidak ada perhatian khusus dari pemerintah kabupaten untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.
Menurutnya, masyarakat sudah lama meminta pemerintah daerah memperbaiki saluran drainase agar mampu menampung debit air hujan yang tinggi.
“Namun, hal itu tidak diindahkan,” katanya.
Di Kota Dumai, sekitar 80 rumah di Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan, juga terendam banjir akibat tingginya curah hujan.
Beberapa titik rawan di Kecamatan Dumai Kota dan Dumai Selatan mulai digenangi air meski belum memasuki kawasan permukiman warga.
“Banjir telah terjadi dan, di beberapa tempat, air telah masuk ke rumah-rumah warga tetapi belum ada laporan evakuasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Dumai, Wahyu Wicaksono.
“Namun, kami siaga jika warga membutuhkan bantuan kapan saja. Kami telah menyiapkan alat-alat evakuasi, seperti perahu karet, tenda, dan lain-lain,” tambahnya.
Wahyu juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemunculan reptil yang berpotensi masuk ke rumah saat banjir terjadi.
“Pemerintah kota Dumai telah meluncurkan nomor darurat tunggal 112,” katanya. “Warga yang membutuhkan bantuan darurat, silakan hubungi nomor tersebut. Pihak administrasi akan segera datang secepat mungkin dan tanpa biaya.”
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 2Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 3Denny Indrayana Soroti Sikap Megawati soal Gibran, PDIP Bakal Bergerak atau Pilih Diam?
- 4Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 5Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!
- 6Nasabah BTN Klaim Dana Rp17 Miliar Bermasalah, Setiap Rp1 Miliar Masuk Saldo Disebut Tersisa Rp100, Ada Apa?
- 7Miris! 21 Tahun Jadi Pemulung, Lansia Ini Tak Tahu Punya Uang Pensiun Rp1,1 Miliar
- 8Terkenal Vokal, Ini Strategi Baru Abah Saiful Milah Usai Resmi Duduki Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang
- 9Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!


