5 WNI Diculik IDF, MUI Kecam Israel dan Desak Pemerintah Bebaskan Jurnalis serta Aktivis RI

AKURAT BANTEN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras tindakan Israel yang mengintersep dan menahan peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur.
Aksi tersebut turut melibatkan penahanan sejumlah warga negara Indonesia (WNI), termasuk aktivis dan jurnalis yang tengah menjalankan misi solidaritas menuju Gaza, Palestina.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan Israel yang dinilai menghalangi upaya kemanusiaan internasional.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.600 per USD, BI Prediksi Menguat dalam Beberapa Bulan ke Depan
Menurut Sudarnoto, intersepsi terhadap kapal bantuan dan penahanan peserta misi menunjukkan sikap yang tidak menghormati nilai-nilai kemanusiaan serta hukum internasional.
“Tindakan Israel yang menghalangi langkah kemanusiaan melalui kapal Sumud Flotilla, termasuk penculikan wartawan yang ikut dalam misi ini, adalah tindakan yang memalukan,” kata Sudarnoto dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).
Global Sumud Flotilla merupakan rombongan kapal internasional yang membawa bantuan kemanusiaan dan pesan solidaritas bagi rakyat Palestina di Gaza.
Sedikitnya terdapat 10 kapal yang dilaporkan diintersep oleh pasukan Israel Defence Forces (IDF) saat berlayar di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Beberapa kapal yang disebut terdampak antara lain Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Dalam misi tersebut terdapat sembilan WNI di bawah koordinasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), yang terdiri dari relawan kemanusiaan dan jurnalis nasional.
Lima WNI dilaporkan telah ditahan atau diintersep, yakni:
Aktivis Andi Angga di kapal Josef
Jurnalis Republika Bambang Noroyono di kapal Bolarize
Tiga WNI di kapal Ozgurluk:
Jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo Nugroho
Jurnalis Republika Thoudy Badai Rifan Billah
Jurnalis iNews Heru Rahendro
Baca Juga: Kapal Menuju Gaza Dicegat Israel, Detik-Detik Wartawan RI Kirim SOS Sebelum Diculik
Sementara empat WNI lainnya disebut masih melanjutkan perjalanan dalam misi tersebut.
MUI menilai tindakan Israel justru memperlihatkan adanya kekhawatiran terhadap semakin besarnya dukungan internasional bagi Palestina.
Sudarnoto menegaskan, penahanan terhadap relawan maupun jurnalis tidak akan menghentikan solidaritas global terhadap warga Gaza yang selama ini menghadapi krisis kemanusiaan.
Ia juga menyerukan agar negara-negara yang selama ini mendukung Palestina mengambil langkah diplomatik dan hukum untuk merespons tindakan Israel.
Menurutnya, komunitas internasional tidak boleh diam ketika misi kemanusiaan dihalangi dan pekerja media ikut menjadi sasaran penahanan.
MUI Desak Pemerintah Indonesia Bertindak Cepat
Selain mengecam tindakan Israel, MUI mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil langkah konkret untuk melindungi dan membebaskan WNI yang ditahan.
Sudarnoto meminta pemerintah menggunakan seluruh jalur diplomasi yang tersedia agar para WNI dapat segera dipulangkan dengan selamat.
Baca Juga: PSI Ngamuk! Sebut PDIP 'Kekanak-kanakan' Usai Ungkit Lagi Isu Ijazah Palsu Jokowi
“Jangan biarkan ditahan oleh Israel,” tegasnya.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan komunikasi dengan jurnalis Indonesia Bambang Noroyono serta kapal yang membawanya hingga kini masih terputus.
Pemerintah Indonesia juga telah mendesak Israel membebaskan seluruh awak kapal dan memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Palestina tetap berjalan.
Koordinasi intensif saat ini terus dilakukan Direktorat Perlindungan WNI Kemlu bersama KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk memantau perkembangan situasi. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 4Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 5CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 6Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 7Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 8Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC








