Banten

Danantara Bersiap Buka Peluang Investor Usai 100 Hotel BUMN Dikonsolidasikan

Moehamad Dheny Permana | 29 Januari 2026, 03:59 WIB
Danantara Bersiap Buka Peluang Investor Usai 100 Hotel BUMN Dikonsolidasikan

Akurat Banten - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara mulai mengarahkan fokusnya pada pembenahan besar-besaran sektor perhotelan milik negara sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai aset dan kontribusi ekonomi nasional.

Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria menyampaikan bahwa proses konsolidasi aset perhotelan BUMN ditargetkan rampung tahun ini sebelum pemerintah melangkah ke fase berikutnya.

“Insya Allah, mudah-mudahan tahun ini di dalam RKAP yang kami ajukan tahun ini selesai proses konsolidasi aset dari perhotelan kita,” ujar Dony.

Langkah konsolidasi tersebut mencakup sedikitnya 100 hotel yang selama ini tersebar di berbagai BUMN dengan kepemilikan dan pengelolaan yang terpisah-pisah.

Menurut Dony, hampir seluruh BUMN tercatat memiliki unit usaha hotel, sehingga diperlukan penyatuan aset agar pengelolaan lebih terarah dan efisien.

Baca Juga: Loker Raksasa Januari 2026: Garudafood Buka Banyak Posisi, Lulusan SMA Hingga S1 Langsung Daftar!

“Tahun lalu kami sudah melakukan proses konsolidasi,” kata Dony.

Seluruh aset perhotelan BUMN tersebut kini dihimpun ke dalam satu payung pengelolaan, yakni PT Hotel Indonesia Natour yang beroperasi dengan nama InJourney Hospitality.

Ia menjelaskan bahwa konsolidasi tahun ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi menyentuh aspek aset secara menyeluruh agar lebih siap dikembangkan.

“Tahun ini kita akan melakukan konsolidasi se-asset,” ujar Dony.

Setelah proses penyatuan aset dinyatakan tuntas, Danantara akan langsung membuka peluang kerja sama dengan investor strategis, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kemudian kita akan masuk ke tahap berikutnya yaitu mencari strategic partners supaya hotel-hotel ini juga memberikan nilai tambah yang baik untuk perekonomian kita,” imbuhnya.

Dony menegaskan bahwa skema kemitraan yang ditawarkan bersifat fleksibel dan akan disesuaikan dengan karakter aset serta minat investor.

“Apakah nanti melakukan joint venture atau kita akan melakukan pelepasan,” katanya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong keterlibatan sektor swasta dalam bisnis yang dapat dikelola secara profesional.

“Intinya, Pak Presiden menginginkan buat bisnis-bisnis yang seharusnya bisa dilakukan oleh swasta kita mungkin akan memberikan juga kesempatan kepada swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi,” ujar Dony.

Baca Juga: Viral Tuduhan Es Kue Spons, Oknum TNI Polri Akhirnya Minta Maaf ke Pedagang

Menurutnya, pendekatan ini menegaskan bahwa tidak semua sektor strategis harus sepenuhnya dikuasai oleh BUMN.

Langkah membuka kemitraan strategis juga dipandang sebagai jalan untuk mempercepat modernisasi industri perhotelan nasional.

Dony menilai, dengan dukungan investor berpengalaman, kualitas layanan, manajemen, dan daya saing hotel-hotel BUMN dapat ditingkatkan secara signifikan.

Ia menyebut transformasi ini penting agar sektor perhotelan Indonesia mampu bersaing di tingkat regional maupun global.

Lebih jauh, konsolidasi dan kemitraan tersebut diharapkan berdampak langsung pada penguatan sektor pariwisata nasional.

Peningkatan kualitas hotel diyakini akan mendorong arus wisatawan, memperpanjang masa tinggal, dan meningkatkan belanja wisata.

Pada akhirnya, Danantara menargetkan sektor perhotelan BUMN tidak hanya menjadi penopang aset negara, tetapi juga motor pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.